JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kapokmu Kapan, Cah Kerjo Karanganyar Ini Kemakan Omongannya Sendiri. Komentari Pemakaman Jenazah Covid-19 Hanya Setingan, Eh Akhirnya Harus Ikut Memakamkan Jenazah Pasien Covid-19 Juga!

Penampakan W, pemuda asal Kerjo Karanganyar saat harus memakai APD dan ikut memakamkan jenazah pasien Covid-19 usai berkomentar menuding pemakaman Covid-19 hanya setingan. Foto/Istimewa


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kejadian ini barangkali bisa menjadi pembelajaran masyarakat agar tak seenaknya menuding sesuatu yang cenderung asal tanpa dasar.

Seperti yang dilakukan seorang pemuda asal Kecamatan Kerjo, Karanganyar berinisial W (19). Pemuda itu terpaksa harus menerima karma akibat termakan omongannya sendiri.

Ya W disanksi mengangkut jenazah pasien Covid-19 sekaligus mengikuti pemakaman jenazah Covid-19. Sanksi itu terpaksa harus ia terima setelah komentarnya di media sosial menuai protes dari para sukarelawan kemanusiaan.

Sebelumnya, pemuda itu menulis di postingan di akun FB soal kematian seorang sukarelawan yang terpapar Covid-19 yang menurutnya hanya settingan.

W menulis komentar ‘setingan yang bagus’ pada unggahan di Info Wong Karanganyar (IWK) pada Senin (13/7/2021).

Komentar itu ia tulis ketika komunitas sukarelawan kemanusiaan PoloKendho mengunggah pemakaman prokes seorang sukarelawan.

PoloKendho menulis ‘berduka relawan terbaik kita telah meninggalkan kita untuk selama2, semoga damai di surga kawan’.

Unggahan tersebut awalnya mengundang banyak simpati dari mayoritas penulis komentar.

Baca Juga :  Lalu Lintas Kendaraan Meningkat, Sejumlah Jalur di Karanganyar Ditutup Lagi 24 Jam Mulai Hari Ini

Mereka mendoakan arwah diterima disisi-NYA sekaligus menyemangati personel kemanusiaan lainnya agar tetap bersemangat menjalankan misi di masa pandemi.

Namun entah apa yang ada di benak W di yang justru berkomentar kontraproduktif.

Selain menulis ‘setingan yang bagus. Ia juga menimpali dengan komentar kurang menyenangkan yakni’selamat kalian semua kena prank’.

Menanggapi hal itu, komunitas sukarelawan yang merasa tersinggung, langsung mencari keberadaan W.

Setelah ketemu, W diklarifikasi maksudnya menulis demikian di tengah suasana duka. Beruntung aparat kepolisian setempat menengahi problem itu.

W dan komunitas dipertemukan di Mapolsek pada Senin kemarin.

“W masih dalam pembinaan. Kemarin, dia dengan PoloKendho serta relawan Kerjo, dimediasi di Mapolsek. Ia diklarifikasi mengapa membuat tersinggung dengan komentarnya. W mengakui ia khilaf dan mengaku bersalah,” kata Kapolsek Kerjo AKP Murtiyoko.

Selain itu, W meneken pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

Sementara itu Forum Sukarelawan perwakilan Kecamatan Kerjo, Adiyta mengatakan perkara itu tak selesai hanya dengan W membuat surat pernyataan.

Baca Juga :  Peringatan, Kades dan Perangkat Desa Bisa Diberhentikan Jika Melanggar Aturan dan Tak Dukung PPKM Level 4

W akhirnya meminta dan kemudian menyanggupi tanpa keterpaksaan untuk membantu proses pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 pada Selasa siang tadi.

“Ada pemulasaraan jenazah di Desa Tawangsari. Dia memutuskan ikut bergabung. Kami tidak memaksanya,” paparnya kepada wartawan. Wardoyo