JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Wis Angel Angel, Pecah Rekor Baru Kasus Covid-19 Sragen Meledak Tambah 310 Kasus Positif Hari Ini. DPRD Sampai Pusing Disambati Banyak Pasien Isoman Meninggal Tak Dapat Kamar

ilustrasi virus Corona


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus covid-19 Sragen kembali menorehkan catatan buruk. Hari Selasa (13/7/2021), angka kasus covid-19 kembali meledak dengan penambahan sebanyak 310 kasus positif dalam sehari.

Tambahan 310 kasus itu sekaligus memecahkan rekor sebelumnya penambahan 271 kasus pada Jumat (9/7/2021) lalu.

“Benar, hari ini ada penambahan 310 kasus terkonfirmasi positif covid-19. Ini menjadi penambahan harian terbanyak sejauh ini,” papar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto, Selasa (13/7/2021).

Tatag menyampaikan ledakan fantastis penambahan kasus positif hari ini mayoritas kembali disumbang oleh klaster keluarga.

Klaster penularan di lingkungan keluarga masih menjadi faktor kasus paling dominan hingga membuat angka kasus melonjak tajam pada hari ini.

“Klaster keluarga masih paling dominan,” tuturnya.

Menurutnya, ledakan 310 kasus itu tersebar merata di 20 kecamatan. Belum bisa dipastikan apakah tambahan fantastis itu mengindikasikan varian baru atau tidak.

“Hasil ujian dulu itu belum keluar,” kata dia.

Meski meledak ratusan, ia memastikan mayoritas pasien positif hari ini dalam kondisi asimptomatis atau tanpa gejala. Mereka akan diisolasi terpusat di Technopark Sragen.

Kapasitas Technopark juga dipastikan masih bisa menampung lantaran saat bersamaan, hari ini ada 104 pasien positif yang berhasil sembuh dan meninggalkan Technopark.

“Kapasitas Technopark masih memadai. Karena hari ini ditambah jadi sekitar 500 bed. Yang pulang karena sudah sembuh hari ini sekitar 104 pasien,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto menyampaikan dari 310 kasus baru hari ini, mayoritas dalam kondisi tanpa gejala alias asimptomatis.

Hanya dua pasien yang mengalami gejala simptomatis dan harus menjalani perawatan. Ia membenarkan mayoritas tambahan hari ini memang merupakan klaster keluarga.

Klaster keluarga menjadi penyumbang terbesar karena penularannya memang sangat mudah dan relatif kurang disadari.

Baca Juga :  Penuh Haru, Vino Bocah Viral Sebatang Kara di Kalimantan Akhirnya Tiba di Sragen. Langsung Banjir Empati Sampai Didatangi Anggota DPR RI

Untuk menekan klaster keluarga, ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan meningkatkan protokol kesehatan meskipun di dalam rumah.

Selain jaga jarak, ia mengimbau jika sedang kumpul atau makan bareng, disarankan untuk tidak sambil berbicara.

“Kalau makan bareng jangan sambil ngomong. Makan dulu, kalau selesai baru ngomong dan usahakan selalu pakai masker serta cuci tangan dan jaga jarak,” tandasnya.

Banyak Pasien Isoman Meninggal 

Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto meminta Pemkab segera mengambil tindakan untuk menambah ruangan ICU dan perawatan pasien Covid-19.

Bahkan ia mengikhlaskan jika Gedung DPRD dijadikan tempat rawat inap bagi pasien Covid-19. Hal itu disampaikan menyusul situasi kasus Covid-19 di Sragen yang saat ini dinilai sudah sangat darurat.

“Saya terus terus sudah nggak tega. Kasihan tiap hari banyak pasien Covid-19 yang kondisinya sudah parah akhirnya nggak tertolong karena kehabisan kamar dan harus antri. Makanya kalau Pemkab kesulitan nambah kamar, Kantor DPRD monggo kalau mau dijadikan tempat rawat inap,” paparnya Senin (12/7/2021).

Legislator asal Masaran itu menyampaikan penambahan kamar ICU dan perawatan bukan tanpa alasan. Menurutnya hampir tiap hari dirinya menyaksikan langsung dan turut merasakan betapa sulitnya mencarikan ruangan perawatan untuk pasien Covid-19.

Di Sragen hampir semua kamar ICU dan ruangan rumah sakit rujukan sudah penuh dan banyak antrian di IGD. Terpaksa beberapa pasien yang parah harus dirujuk dan dirujuk ke Solo yang kondisi keterisian rumah sakit juga hampir sama.

Jarak ke Solo dan kondisi pasien yang kian memburuk karena tak segera tertangani, akhirnya membuat banyak pasien gagal tertolong. Sulitnya mencari pasokan oksigen kian memperburuk keadaan.

“Hampir tiap hari kami disambati warga yang kondisinya sudah sangat parah. Kemarin saya antar adik bapak saya muter-muter ke 4 rumah sakit di Sragen semua penuh. Akhirnya dapat di Solo, sampai sana akhirnya tidak tertolong. Kemarin saja sehari ada 6 warga di Masaran yang meninggal Covid-19. Rata-rata juga keterlambatan penanganan dan nggak segera dapat oksigen. Ini sudah sangat-sangat parah. Pemerintah jangan hanya diam saja, segera bergerak cari solusi,” tuturnya.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 19 Warga Kembali Meninggal Dalam Sehari Terpapar Covid-19 dan Tambah 85 Kasus Positif

Selain DPRD, ia berharap Puskesmas yang ada bisa dimaksimalkan untuk membuka layanan perawatan pasien Covid-19. Hal itu diperlukan agar pasien bisa dirawat di Puskesmas terdekatnya sehingga mengurangi antrian di RSUD dan menekan fatalitas.

Senada, anggota DPRD Sragen lainnya, Bambang Widjo Purwanto juga memandang perlu segera dilakukan penambahan kamar dan pemenuhan oksigen.

Rumah sakit juga diharapkan bisa cermat melakukan triase atau seleksi terhadap pasien yang masuk dengan gejala Covid-19.

Sehingga bisa diputuskan mana pasien yang dapat aman menunggu dan mana yang kondisinya parah dan harus segera tertangani. Dengan begitu, kematian pasien karena antri ICU tidak semakin banyak.

“Laporan yang kami terima, sampai jam 15.20 WIB tadi sore, yang meninggal Covid-19 di Sragen sudah 20 orang. Yang 16 pasien ada di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen,” tandasnya. Wardoyo