JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

18 Petani Sragen Tewas Kesetrum Jebakan Tikus, Pak Menteri Pertanian Ternyata Juga Bingung Belum Bisa Beri Gambaran Solusi

Rentetan kejadian petani tewas kesetrum jebakan tikus dan kondisi para korban dalam kurun 1,5 tahun terakhir. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rentetan kasus petani tewas kesetrum jebakan tikus yang terjadi di Sragen, hingga kini masih menuai keprihatinan.

Tercatat tak kurang dari 18 petani tewas di tangan setrum jebakan tikus yang dipasang di persawahan berbagai wilayah Sragen dalam kurun satu setengah tahun terakhir.

Celakanya, hingga kini belum ada solusi yang riil dan tindakan nyata untuk memberantas hama tikus yang menjadi biang petani nekat memasang jebakan berlistrik.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku sebenarnya Pemkab sudah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) larangan pemasangan setrum jebakan tikus.

Baca Juga :  Keren, Pasar Bahulak dan Robot Penagih Pajak Sragen Masuk Nominasi IGA Award Nasional 2022

Akan tetapi larangan itu belum cukup menyadarkan petani untuk menghentikan pemasangan setrum untuk tikus.

Tak hanya itu, dari pihak kepolisian juga tak kurang memberikan sosialisasi dan larangan hingga berat pidana bagi pelaku pemasangan.

“Perbup sudah kita buat. Tapi ya gimana petani masih saja memasang,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM ditemui di depan kantor Bupati, belum lama ini.

Bupati menyampaikan beragam upaya baik pengawasan, sosialisasi hingga edukasi ke masyarakat juga sudah dilakukan.

Kemudian solusi mendatangkan hewan predator alami tikus seperti burung hantu juga sudah dilakukan. Namun upaya mengerahkan burung hantu diakui belum efektif menekan hama tikus.

Baca Juga :  Sragen Raih Penghargaan Meritokrasi, Wakil KASN: Jangan Ada Riwayat dengan Bos!

“Kita sudah pernah minta Perbakin untuk nembak tikus semalam dihargai Rp 5.000 per tikus itu juga nggak efektif. Ya memang penyuluhan sudah kita lakukan selesai muter di 20 Kecamatan lah kok malah masih masang nyetrum ae, berarti masyarakat posisinya memang serba sulit,” terang Bupati.

Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo (kiri) didampingi Anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah saat mengunjungi penggilingan padi PT Cahaya Intan Jaya di Toyogo, Sambungmacan, Sragen, Jumat (30/7/2021). Foto/Wardoyo

Respon Menteri Pertanian

Tak hanya itu, saat menerima kunjungan Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo beberapa waktu lalu di Sragen, Bupati mengaku sempat menyampaikan problem tikus dan fenomena banyaknya petani yang tewas kesetrum.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com