JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Aksi Dramatis Mahasiswa di Sragen Duel Lawan 2 Begal Sadis. Diancam Akan Ditembak hingga Ditusuk Taring Babi

Dua begal muda asal Sambirejo dan Sragen yang dibekuk polisi usai hendak memeras mahasiswa asal Karangmalang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penangkapan dua komplotan pemuda begal sadis, Selasa (24/8/2021) oleh Polres Sragen menguak fakta baru.

Ternyata, korban yang hendak diperas dan dibegal sempat berusaha melawan kedua pemuda bengal itu. Saat digertak untuk menyerahkan semua barang, korban yang bernama Muhammad Nur Sidix (20) nekat memberikan perlawanan.

Mahasiswa asal Dukuh Tengklik RT 12/12, Desa Mojorejo, Kecamatan Karangmalang itu sempat berduel dengan salah satu tersangka untuk mempertahankan HP dan barang lainnya.

Meski harus dibayar mahal karena sempat ditusuk pada punggung, korban berhasil lepas dari kedua tersangka.

Kedua pemuda bengal itu diketahui bernama Dimas Bayu Kuncoro (18) asal Dukuh Sidoharjo RT 08, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Baca Juga :  10 Kampus Terbaik Indonesia Hadir di Sragen, Bupati Ungkap Jurusan-Jurusan yang Lagi Banyak Dibutuhkan di Pemkab!

Lalu Prasetyo Tri Wibowo alias Pasio (21) warga Jl. Aipda KS Tubun 56 RT 2/20, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen.

Dimas yang sempat bertindak sebagai eksekutor sempat menggertak korban dengan kalimat “njaluk sing mbok duweni kabeh” (minta semua yang kamu miliki)”.

Dimas juga sempat menggertak meminta HP korban namun ditolak. Kemudian temannya, Prasetyo juga sempat mengancam akan menembak korban dengan kalimat “Tak Bedil po Piye (Saya tembak).

Kasus itu terungkap ketika digelar konferensi pers di Mapolres Sragen, Selasa (24/8/2021). Kapolres mengatakan aksi pemerasan sadis itu terjadi pada 14 Juli 2021 sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga :  Insiden Ambruknya Pagar DPRD Sragen, Ketua Ungkap Konstruksi Bangunan Tak Ada Pilarnya. Sebut Faktor Usia, Siap Anggarkan Rp 200 Juta!
Senjata Taring Babi

Kronologinya bermula ketika kedua tersangka mencari mangsa dengan menyambangi Waduk Kembangan di Mojorejo, Karangmalang, Sragen.

Keduanya berboncengan dengan sepeda motor Honda Vario bersama satu rekannya, Sadam. Sesampai di waduk, mereka bertemu dengan korban yang malam itu bersama tiga rekannya.

“Awal mulanya korban ini berkenalan dengan dua orang tersangka. Mereka berdua sudah berniat mencari korban dan keliling di Waduk Kembangan. Kemudian langsung mengajak korban diantar ke Gedung SMS di Sragen,” papar Kapolres di hadapan awak media.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua