JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Disuntik Rp 1 Miliar Lebih, Pimpinan Parpol-Parpol di Karanganyar Sebut Masih Kurang. Bupati Sebut Politisi Bisa Habiskan Rp 10 Juta Semalam!

Ilustrasi apel PDIP

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah pimpinan parpol besar di Karanganyar menyebut gelontoran dana bantuan parpol yang diterima dari APBD selama ini dinilai masih kurang.

Mahalnya ongkos politik untuk meraih suara dan kursi, menjadi alasan parpol memang butuh biaya besar.

Ketua DPC PDIP Karanganyar, Bagus Selo mengatakan operasional organisasi politik mayoritas mengandalkan iuran anggota. Dengan hanya diberi banpol saja tidak cukup.

“Tiap event politik dari tahun ke tahun ongkosnya naik dua kali lipat. Tahun ini memang banpol naik sedikit. Itupun tidak signifikan. Banpol ini sifatnya membantu parpol,” katanya.

Baca Juga :  Saat 200 Penyandang Disabilitas Bikin Bupati dan Ketua DPRD Karanganyar Langsung Terketuk Beri Bantuan

Senada, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengakui ongkos politik memang mahal.

Politisi Golkar yang duduk di DPD Golkar Jateng itu mengaku seorang politisi terbiasa habiskan Rp 10 juta dalam semalam.

Menurutnya demokrasi dan dunia politik memang mahal sekali.

“Seorang elite politik bawa uang Rp 10 juta dalam semalam bisa langsung habis. Lebih enak eksekutif duitnya utuh. Apalagi sedang PPKM warung tutup. Demokrasi mahal sekali biayanya,” katanya.

Baca Juga :  Serem, Puluhan Anak Kobra Ditemukan Sembunyi di Tumpukan Kayu Rumah Warga Karanganyar. Induk dan 6 Anakan Masih Berkeliaran

Menjelang pemilu 2024, ia meyakini parpol sedang menguatkan infrastruktur. Termasuk permodalan materi maupun SDM.

Sebelumnya, Partai PDI Perjuangan mencatatkan sebagai partai peraih bantuan terbesar dari APBD 2021 dengan angka Banpol sebesar Rp 415.406.560.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com