JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah untuk menuntaskan vaksinasi siswa dan guru sebelum melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, Minggu (22/8/2021).
“Mempelajar progres data Kemenkes dan Kemendikbudristek, progres vaksinasi anak usia 12-17 secara nasional masih lambat, baru mencapai 9,6 persen untuk dosis pertama,” ujar Iman, dalam keterangannya, Minggu (22/8/2021).
Sasaran vaksinasi anak usia 12-17 tahun sebanyak 26,7 juta orang. Berdasarkan data Kemenkes per 19 Agustus 2021, menunjukkan baru 2,55 juta anak yang disuntik tahap pertama dan 1,16 juta anak mendapatkan dosis kedua.
“Artinya, meskipun sekolah di PPKM level 1-3 tapi syarat vaksinasi anak belum terpenuhi,” kata Iman.
P2G sangat mendukung jika Kemendikbudristek berkomitmen membuka sekolah atau melaksanakan PTM setelah vaksinasi anak dan guru tuntas. Minimal 80 persen dari populasi warga sekolah harus sudah divaksinasi jika akan melakukan pembelajaran tatap muka.
Bagi siswa yang belum diizinkan orang tuanya melakukan PTM bisa memilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Terkait hal ini, P2G meminta sekolah dan guru tetap memberikan pelayanan yang sama kepada siswa tersebut dengan siswa lainnya.
Lebih lanjut, Iman menambahkan, pengawasan bersama oleh satgas Covid-19 sekolah dan pemerintah daerah harus ditingkatkan. Khususnya pada waktu sepulang sekolah untuk meminimalisir pelanggaran protokol kesehatan oleh siswa maupun guru.
“P2G juga meminta satgas Covid-19 tegas dalam menerapkan aturan sesuai SKB Empat Menteri agar sekolah tidak lagi menjadi klaster Covid-19 dan siswa serta guru tetap sehat, aman dalam mendapatkan pendidikan,” ujar Iman.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.
















