
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM โ Sebanyak 733 seniman seniwati yang tergabung dalam paguyuban dewan kesenian daerah Sragen (DKDS) dan Pepadi mendapat berkah dengan menerima bantuan sosial sembako dari dinas sosial (Dinsos) setempat, Jumat (6/8/2021).
Ratusan pekerja seni dari berbagai aliran dan profesi itu menerima paket sembako bantuan dari TNI bersinergi dengan Dinsos.
Mereka mendapat bantuan lantaran dinilai terdampak adanya pandemi dan pemberlakuan PPKM level 4 saat ini.
Pembagian baksos sembako itu dipusatkan di halaman kantor Dinsos. Guna menghindari kerumunan, penyaluran dilakukan dengan jadwal dan bergilir sesuai jam.
Ratusan seniman itu datang bergelombang sesuai jamnya dan mengambil secara mengalir atau sistem drive thru.
Sekretaris Dinsos Kabupaten Sragen, Finuril Hidayati mengatakan bansos sembako itu diberikan dalam rangka jaring pengaman sosial untuk membantu warga terdampak PPKM serta pandemi.
Total ada 733 seniman dari paguyuban Pepadi dan DKDS Sragen yang tersaring mendapat bantuan sembako berupa beras dan lainnya itu.
โJadi kita ada sinergi TNI, Polri yang menerima bantuan beras dari Presiden, supaya tidak terjadi dobel data, ambil datanya dari Dinsos. Untuk hari ini, teman-teman seniman dari DKDS dan Pepadi total 733 orang. Mereka sudah kita filter dan datanya kita sandingkan dengan penerima bantuan lain, kalau dapat bantuan lainnya sudah tidak dapat,โ paparnya di sela pembagian.
Meski secara nilai tak seberapa, Finuril menyampaikan bansos itu sangat bagus karena menunjukkan sinergitas antara TNI Polri, Pemda dan paguyuban.
Menurutnya adanya wujud kepedulian, perhatian dan sinergitas untuk saling membantu warga adalah hal yang lebih berharga dari kegiatan bansos tersebut.
โKalo sinergi dengan TNI, sampai saat ini sudah menyalurkan 6.920 paket bantuan untuk tukang becak, bentor, dan PKL. Ditambah seniman hari ini 733 sasaran,โ tandasnya.
Perwakilan DKDS Sragen, Heru Setyawan mengatakan mewakili rekan seniman DKDS dan Pepadi pihaknya menyampaikan mengapresiasi kepedulian TNI Polri dan Dinsos kepada seniman di Sragen yang saat ini total terdmspak pandemi dan PPKM.
Menurutnya sejak adanya PPKM, hampir semua pekerja seni tidak ada job dan pemasukan karena segala kegiatan hajatan dan perhelatan ditiadakan.
โTeman-teman seniman memang saat ini sangat memprihatinkan. Tidak ada job, tapi kami selaku insan taat aturan pemerintah. Harapannya semoga pandemi segera berakhir sehingga keadaan jadi normal dan teman-teman bisa beraktivitas sesuai profesi masing-masing,โ jelasnya.
Sangat Terbantu
Humas DKDS sekaligus seniman teater, Lovita Dwi Ersandy (20) menyebut selama hampir lebih dari tahun pandemi ditambah penerapan PPKM membuat pekerja seni dan pelaku seni di Sragen ibarat mati.
Sebab semua event hajatan dan perhelatan yang menjadi ajang pekerja seni berkarya sudah ditiadakan. Sehingga mereka seolah kehilangan pendapatan dan terpaksa sebagian mencari pekerjaan baru atau menjual barang-barang demi menyambung hidup.
โLebih dari setahun para pekerja seni ini seperti mati. Bahkan untuk makan saja sebagian teman-teman menjual barang di rumahnya. Harapan kami pandemi bisa segera berakhir. Kami berterimakasih sudah dibantu sembako. Ini cukup membantu dari pangan di tengah kondisi seniman yang kesulitan,โ terangnya.
Senada, seniwati campursari asal Dawung Jenar, Ayu Sudarningsih (41) mengaku selama hampir setahun lebih nganggur di rumah karena semua job batal. Wanita yang biasa nyinden campursari itu bahkan terpaksa mencari kerja sampingan di sawah demi menghidupi keluarga dan anaknya.
โIni dapat bantuan sembako ya Alhamdulillah senang sekali. Lumayan Mas nggak beli dan ngutang sehari. Karena kemarin-kemarin terpaksa ngutang untuk beli sembako,โ tukasnya. Wardoyo