
KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim gugus Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Jateng membuka keran pelonggaran untuk acara hajatan warga yakni diperbolehkan menggunakan live musik serta diizinkan menggunakan kursi dengan kapasitas sekitar 30-40 orang saat acara akad nikah.
Tentu saja kebijakan itu disambut gembira masyarakat yang sudah hampir setengah tahun tiarap tidak berani menggelar hajatan.
Kepala Kantor Satpol PP Pemkab Karanganyar, Jateng Yophi Eko Jati Wibowo mengatakan hasil rapat tim gugus covid 19 Kabupaten Karanganyar sengaja diberikan kelonggaran teknis acara hajatan warga sebagai respon atas aspirasi masyarakat selama ini.
Selain itu Bupati Karanganyar Juliyatmono MM juga memberikan arahan agar diberikan kelonggaran pada masyarakat mengingat hajatan adalah bagian dari sakralisme acara warga sehingga jangan dipersempit tapi diperlonggar dengan catatan menerapkan disiplin protokol kesehatan.
“Atas pertimbangan dan masukan masyarakat yang selama ini ngampet (menahan diri) maka hajatan diizinkan menggunakan live musik serta kursi saat resepsi akad nikah,” tandasnya saat ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (10/9/2021).
Menurut Yophie dengan diizinkan dua acara hiburan musik serta penggunaan kursi saat akad nikah sama dengan sudah mengakomodir inti acara hajatan.
Adapun untuk izin penggunaan kursi saat resepsi memang sedang dikaji boleh apa tidaknya karena masih riskan risiko kerumunan. Dengan demikian untuk resepsi masih menerapkan sistem mbanyu mili dan bukan piring terbang.
Itupun lanjut Yophie izin hajatan hanya dibolehkan untuk pagi, siang dan sore hari, sedangkan untuk malam hari masih dilarang.
“Kebijakan ini sudah win-win solution yang mana dari sebelumnya dilarang total , sekarang diizinkan namun bertahap dan dibolehkan memakai live musik serta penggunaan kursi saat akad nikah,” ungkapnya.
Untuk itu Yophie meminta masyarakat bisa menerima dan melaksanakannya karena situasi pandemi memang demikian. Namun setidaknya kebijakan itu sudah melegakan.
Apalagi jika dicermati dengan dibukanya kran lebar hajatan ini mendorong terciptanya recovery ekonomi riil yang mana semua sendi ekonomi tergerak. Yakni mulai dari kebutuhan logistik, kebutuhan jasa event organiser hajatan dan jasa lain yang mengikutinya.
“Dengan demikian kebijakan Bupati Karanganyar Juliyatmono MM secara riil mendorong multiplier effect berputar lagi, toko menjadi laku, sayur laku, jasa EO hajatan laku dan sebagainya,” ungkapnya.
Sebagai informasi seiring ketatnya izin hajatan pada saat sebelum berlaku PPKM warga masyarakat seakan trauma karena susahnya dan ribetnya jika akan menggelar hajatan sehingga warga memilih tidak menggelar hajatan. Kini warga Karanganyar kembali bergairah setelah Bupati selaku Ketua satgas covid memberikan pelonggaran pada hajatan warga. Beni Indra