DEPOK, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perjalanan Amien Rais dalam membangun partai Ummat, rupanya tak semulus seperti saat dia dulu mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN).
Belum berjalan setahun, riak-riak kecil bermunculan. Menyusul kemunduran dua loyalis Amien Rais dari Partai Ummat, sedikitnya 26 kader di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Depok mengundurkan diri.
Mereka adalah pengurus yang terdiri dari Majelis Pertimbangan Partai Daerah (MPPD), wakil ketua, sekretaris hingga bendahara.
Kader-kader pada jajaran pengurus tingkat kecamatan juga mundur secara berjamaah. Lima dari 10 pengurus tingkat kecamatan ditinggalkan kadernya.
Mantan Wakil Ketua Partai Ummat Depok, Bardi Setiawan mengatakan, salah satu alasan mundurnya para kader partai itu disebabkan kecewa terhadap Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Dewan Pimpinan Daerah Partai Ummat Kota Depok akhirnya karam dengan mundurnya 26 pengurus akibat salah urus pihak DPP,” kata Bardi kepada Tempo, Sabtu 9 Oktober 2021.
Bardi mengatakan alasan lain juga disebabkan, marwah partai sudah hilang. “Di balik itu adalah marwah partai yang digawangi Bapak Amien Rais ini sudah mulai kehilangan magnet.”
Bardi juga menyebut, kepemimpinan yang dijalankan saat ini tidak bisa menjadi pengayom dan perekat antar kader partai.
“Kepemimpinan di DPD yang tidak memiliki jiwa pemimpin yang seharusnya bisa jadi pengayom bahkan perekat kader partai Ummat.”
Bardi adalah satu dari 26 nama pengurus di DPD Depok yang ikut mundur. Ia berharap, Partai Ummat bisa terus berjalan dan membuktikan slogan-slogannya.
“Semoga Partai Ummat dapat istiqomah dan bisa terbukti dirasakan oleh masyarakat khususnya para pengurus dan kader partai, tidak hanya slogan,” kata Bardi.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















