JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Pencabulan Baturetno dan Giritontro Jadi Bagian dari Kasus Cabul Wonogiri yang Belum Genap Setahun Sudah Tembus 15 Buah

Cabul
Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto (membelakangi kamera) menginterogasi pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kekerasan terhadap anak di bawah umur dalam bentuk pencabulan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak di Wonogiri.

Kasus demi kasus masih saja kerap terjadi. Terkini ada pengungkapan persetubuhan dengan korban anak di Kecamatan Baturetno dan Giritontro, Wonogiri. Kedua korban masih berstatus siswa SMP.

Kepolisian juga mengungkapkan bahwa jumlah kasus cabul di Wonogiri cukup tinggi. Sejak awal tahun ini sampai November belum berakhir tercatat sudah ada 15 kasus cabul. Semua korban dari belasan kasus itu masih di bawah umur.

Lantaran itu, Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto mewanti-wanti para orang tua khususnya di Wonogiri untuk lebih melindungi anak-anaknya yang masih pelajar. Orang tua harus pro aktif dalam mengawasi anaknya.

Baca Juga :  Guru SMPN 2 Wonogiri Dikabarkan Positif COVID-19, Orang Tua Tak Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

“Misalnya anak belum pulang ke rumah bisa dicari dan diketahui posisinya dimana. Dipantau terus,” kata Dydit dalam konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Senin (15/11/2021).

Kapolres menyebutkan kasus kekerasan seksual terhadap anak cukup banyak terjadi di Wonogiri. Sejak awal tahun sampai saat ini, Polres Wonogiri mencatat ada 15 kasus.

Kapolres mengatakan, hal itu menjadi perhatian khusus. Pihaknya juga bakal melakukan diskusi dengan stakeholder terkait kenapa di Wonogiri banyak terjadi kasus tersebut.

Baca Juga :  Longsor Cubluk Kelurahan Giritirto Wonogiri, 1 Warga Tertimpa Rumah Roboh

“Dari situ, akan ditemukan solusi ataupun langkah antisipatif yang bisa dilakukan,” tandas Kapolres.

Sebagaimana diwartakan pencabulan Baturetno digawangi oleh BE (24). Dia tega menyetubuhi korban sebut saja Bunga (15) yang tinggal masih satu kecamatan dengan dia. BE melakukan aksi bejatnya di rumah tetangga korban tanpa izin sang empu rumah.

Terkuaknya kasus tersebut berawal saat korban mengalami demam dan akhirnya diperiksakan ke dokter. Berdasarkan penjelasan dokter, korban mengalami gejala typhus.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua