Beranda Nasional Jogja Para PKL Malioboro Tolak Relokasi, Ini Penjelasan Sultan

Para PKL Malioboro Tolak Relokasi, Ini Penjelasan Sultan

Paguyuban PKL Malioboro tengah menggalang donasi untuk warga Lumaang yang terdampak erupsi Gunung Semeru / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban PKL kawasan jalan Malioboro menggelar aksi turun ke jalan pada Jumat (10/12/2021).

Dalam momentum peringatan Hari Hak Azasi Manusia (HAM) itu, para PKL tersebut menyuarakan aspirasi mereka terkait rencana relokasi PKL di kawasan malioboro.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Yogyakarta bakal menata kawasan Maliboro dan merelokasi para PKL yang berada di sepanjang Jalan Malioboro itu ke lokasi bekas Indra Theatre pada Januri 2022 nanti.

Dalam aksi tersebut, mereka menolak direlokasi dengan meluncurkan sebuah tanda berupa PIN bertulis ‘Malioboro Indah Tanpa Memindah’.

“PIN ini penanda kesiapan kami ditata sedemikian rupa, tanpa dipindah. Kami meyakini sepenuhnya bahwa kami dan Malioboro dapat dibuat indah tanpa memindah,” kata koordinator aksi PKL Malioboro Yati Dimanto.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya menjelaskan terkait rencana relokasi PKL Malioboro ke gedung eks Bioskop Indra atau depan Pasar Beringharjo sudah dipersiapkan sejak lama untuk menata ikon Yogyakarta itu.

Baca Juga :  Dua Pemuda Ditangkap, Polisi Ungkap Modus Baru Pencurian Motor di Sleman

“Soal rencana (relokasi PKL) itu kan sudah lama, sejak mulai dibangun (pusat UMKM) di eks Bisokop Indra bagi PKL,” kata Sultan.

 

Sultan menuturkan penataan kawasan Malioboro untuk mewujudkan sumbu filosofi di kawasan Malioboro sebagai warisan dunia. Sebab, sumbu filosofi Yogya yang memanjang dari Tugu Jogja-Malioboro-Keraton-Panggung Krapyak telah diajukan menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia Tak Benda UNESCO.

PKL”Kami membangun kerja sama dengan UNESCO untuk penataan sumbu filosofis Yogya itu,” kata Sultan.

Sultan pun meminta kalangan PKL juga menyadari jika lokasi yang mereka tempati selama ini merupakan lahan milik pertokoan di kawasan Malioboro sehingga wajar juga kemudian dikembalikan.

“Sebenarnya tempat jualan itu PKL itu kan milik pertokoan, bukan milik pemerintah daerah. Karena pemda trotoarnya sudah untuk jalur lambat pedestrian, masak tidak dikembalikan, kan pindahnya juga tetap di kawasan Malioboro,” kata Sultan.

Baca Juga :  BKSDA Selidiki Jejak Misterius di Gunungkidul, Dugaan Macan Tutul Menguat

Dalam aksinya tersebut, mereka juga menggalang donasi untuk para korban erupsi gunung Semeru, guna meringankan penderitaan para korban di Lumajang, Jawa Timur. 

www.tempo.co

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.