Beranda Nasional Jogja Meski Ribuan Kasus Covid-19 Merebak, Wisatawan Tetap Padati Yogyakarta

Meski Ribuan Kasus Covid-19 Merebak, Wisatawan Tetap Padati Yogyakarta

Penarik andong membawa wisatawan berbelanja di pusat oleh-oleh sekitar kawasan Malioboro. Tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Munculnya ribuan kasus Covid-19 di wilayah DIY ternyata tidak menjadi penghambat wisatawan dari berbagai daerah untuk datang ke DIY.

Pantauan di lapangan Minggu (13/2/2022) menunjukkan, wisatawan memadati kawasan perkotaan hingga ke kabupaten.

Salah satunya adalah Kabupaten Sleman yang terletak di sebelah utara Kota Yogyakarta.

Wisatawan yang datang dengan naik bus atau kendaraan pribadi masuk ke seputaran Kaliurang dan spot bernuansa alam ke arah lereng Gunung Merapi.

Mereka berhenti di tepian sungai Ledok Sambi hingga tempat kuliner bernuansa pedesaan asri seperti Kopi Klotok dan sekitarnya.

Sementara di sisi lain, perkembangan kasus Covid-19 di Yogyakarta terus bertambah. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan ribuan kasus baru pada Minggu (13/2/2022).

“Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DI Yogyakarta hari ini sebanyak 1.010 kejadian, sedangkan kemarin (Sabtu, 12 Februari 2022) sebanyak 1.065 temauan,” kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih.

Baca Juga :  Maligu Hadir di Sastra Bulan Purnama, Rayakan Literasi Awal 2026

Berty menuturkan, rekor sumbangan kasus Covid-19 tertinggi masih disumbang Kabupaten Sleman, yakni sebanyak 463 kasus baru.

Sekretaris DI Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji mewanti-wanti wisatawan yang berlibur di Yogyakarta.

Kendati sektor wisata di masa PPKM Level 3 Yogyakarta masih boleh jalan terus, ada sejumlah ketentuan harus ditaati.

“Kami awasi betul destinasi wisata dan hotel supaya tidak menerima kunjungan melebihi kuota yang tercantum dalam kebijakan PPKM level 3,” ujarnya.

Dalam ketentuan PPKM Level 3 mengacu instruksi menteri dalam negeri terbaru, jumlah pengunjung di destinasi wisata maksimal 25 persen.

Sedangkan kegiatan makan dan minum di warung, restoran, dan kafe maksimal pengunjung 60 persen.

Aji menduga lonjakan kasus Covid-19 di Yogyakarta disebabkan penularan varian Omicron. Data terakhir menunjukkan sebanyak 73 kasus Omicron terdapat di Yogyakarta.

Sementara pada Minggu (13/2/2022), dari 910 sampel PCR-SGTF yang diperiksa, 801 sampel di antaranya dicurigai Omicron.

Baca Juga :  Satu Kasus Super Flu Terdeteksi di Jogja, Dinkes Minta Warga Waspada

“Kami minta pemerintah kabupaten dan kota menerapkan aturan sesuai PPKM Level 3. Termasuk pengecekan kesehatan penduduk,” kata dia.

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.