
KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Setelah dilakukan penyelidikan oleh Satlantas Polres Boyolali pemicu kecelakaan maut di Tol Semarang-Solo, Minggu (20/3/2022) diduga sopir bus wisata asal Karanganyar, Wardianto (56) mengantuk.
Pasalnya, tidak ada jejak rem diaspal sedangkan jalan di TKP kecelakaan menurun sehingga menabrak bagian belakang truck gandeng dan sopir bus meninggal di TKP.
“Dari hasil penyelidikan dan olah TKP diketahui tidak ada jejak rem dari bus PO JPA Nopol AD-1640-DF tersebut,” ungkap Kanitlaka Satlantas Polres Boyolali Ipda Budi Purnomo saat dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (20/3/2022).
Padahal lanjut Kanitlaka posisi jalan TKP Tol Semarang-Solo KM 478.200 itu menurun sehingga jika sopir tidak mengantuk mesti berusaha mengerem, namun kali ini tidak ada bekas rem diaspal.
Tak pelak dengan kondisi jalan menurun mendorong kecepatan bus makin kencang hingga tanpa rem langsung menabrak bagian belakang truck gandeng Nopol AG 9959 UA yang dikemudikan Endra Susanto (33) warga Desa Bogem, Gurah, Kediri, Jatim.
Akibat sundulan tersebut kabin bus wisata asal Karangpandan, Karanganyar, Jateng rusak parah dan sopirnya Wardianto (56) meninggal dunia saat dibawa kerumah sakit.
“Posisi kecelakaan tersebut satu arah sama-sama dari arah barat menuju timur (Semarang-Solo) tepatnya di Desa Kiringan, Boyolali,” tandas Kanitlaka.
Sementara itu untuk kenek bus wisata, Topo (53) warga Desa Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar masih dirawat di rumah sakit Boyolali karena luka pada bagian kepala.
Sedangkan sopir cadangan bus wisata Sularmin (57) warga Desa Genengsari, Polokarto, Sukoharjo mengalami luka pada bagian rusuk dan pelipis mata karena pada saat kejadian sedang tidur dijok depan.
“Untuk sopir truck Endra Susanto posisi selamat tanpa mengalami luka,” pungkas Kanitlaka.
Terpisah Kadus Truneng Desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar, Narto (50) mengatakan jenazah Wardianto (56) sudah dibawa pulang dari rumah sakit di Boyolali sekitar pukul 16.00 WIB.
“Jenazah sudah sampai rumah dan segera dimakamkan,” ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggi (20/3/2022). Menurut Kadus Narto pada saat kecelakaan bus tersebut hanya ditumpangi tiga orang yakni sopir utama dan sopir cadangan serta seorang kenek usai mengantarkan rombongan dari Jakarta. Beni Indra
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














