JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bangun Pabrik Ketiga di Sragen, Blesscon Kukuhkan Jadi Pabrik Bata Ringan Terbesar di Indonesia. Kapasitas Produksi 1,6 Juta Kubik

Pabrik batu bata ringan Blesscon di Sambungmacan, Sragen. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM PT Superior Prima Sukses, produsen bata ringan Blesscon, melebarkan sayap usaha dengan membuka pabrik baru di wilayah Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Dengan kapasitas produksi 1,6 juta meter kubik pertahun, pabrik di Sragen bakal menjadi yang terbesar dari dua pabrik yang sudah ada sebelumnya.

Tambahan produksi itu sekaligus akan mengukuhkan predikat Superior Prima Sukses sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia.

Commercial Director Superior Prima Sukses, Henrianto mengatakan pabrik telah beroperasi sejak 2021 dengan satu line, tahun ini line kedua beroperasi dan akan resmi dibuka 2022 ini.

Baca Juga :  Perjalanan Karier Guntur Sulistyo, Atlet Timnas Futsal Asal Sragen yang Raih Perak Sea Games 2022. Beralih ke Futsal Usai Berantakan

“Ini merupakan pabrik ke-3 dan yang paling besar dibanding dua pabrik sebelumnya. Kapasitasnya sampai 1,6 juta per tahun atau setara 168.000 rumah subsidi,” paparnya.

Pabrik di Sragen melengkapi dua pabrik yang sudah lebih dulu dibangun yakni di Mojokerto dan Lamongan.

Apabila digabung dengan kapasitas produksi di Sragen dan dua pabrik itu, maka Superior Prima Sukses mengukuhkan dirinya sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia.

Ia menjelaskan pabrik Sragen berdiri di area seluas 10,5 hektar. Dilihat dari tren yang ada, menurut Henri tahun 2021 sudah menjadi start pemulihan yang bagus.

Baca Juga :  Siap-Siap, 72 Kios di Dekat Pasar Nglangon Sragen Ini Bakal Dibongkar Tanpa Ganti Rugi. Padahal Ada yang Dibangun Tingkat

Meski anjlok di kuartal 3 karena amukan Covid-19 varian Delta, sebenarnya permintaan bata ringan terus naik. Bahkan pernah naik hingga 25% antar kuartal.

Target program sejuta rumah dengan optimis dikejar berbagai himpunan pengembang seperti Real Estate Indonesia (REI), Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) dan juga Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI).

“Dari teman-teman pengembang bersemangat, maka kita juga harus siap. Kemampuan ketiga pabrik mampu memproduksi 2,7 juta m3 per tahun,” ungkapnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua