KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Wakil Rektor Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Jateng, Dr Drs Sutoyo M.Pd dianugerahi gelar Profesor oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim terhitung 30 Maret 2022.
Dengan gelar profesor tersebut, dia diangkat menjadi Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIKP Unisri, Solo dengan angka kredit sebesar 872.40.
Adapun pengukuhan gelar Profesor untuk Sutoyo yang juga Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Alhamdullilah berkat Ridlo Alloh SWT saya bisa mendapatkan gelar profesor,” ungkap Sutoyo kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (11/4/2022).
Sutoyo menjelaskan proses meraih gelar profesor itu dilakukan sejak 2017 lalu setelah dirinya lulus menempuh S-3 di UNS Solo. Saat itu dirinya masih menjabat sebagai Wakil Rektor Unisri.
Dengan gelar profesor tersebut lanjut Sutoyo, merupakan kenaikan jabatan fungsional sebagai dosen. Selain itu dengan gelar profesor kepangkatannya juga naik dari semula Lektor Kepala menjadi Pembina IV/a.
Dengan begitu kepangkatannya pembina Iv -A dan bisa disesuaikan ke pembina tingkat 1/Iv b, serta secara bertahap bisa disesuaikan ke golongan IV d.
Diketahui, terhitung Tanggal Mulai Tugas (TMT) sebagai guru besar sejak 1 Maret 2022 dan dijadwalkan SK Guru Besar akan diserahkan tanggal 14 April 2022.
Adapun terkait posisinya yang menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Karanganyar, menurut Sutoyo tidak menjadi masalah.
Pasalnya, Sutoyo berstatus bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) melainkan dosen yayasan swasta.
“Meski kami profesor namun terikat pada yayasan bukan ASN,” tandasnya.
Menurut Sutoyo dirinya berkiprah dijalur politik PAN di Karanganyar sudah sejak lama saat menjadi dosen di Unisri.
Menurut Sutoyo berkiprah dijalur politik juga berorientasi pengabdian untuk bangsa dan negara sehingga hal itu tidak menjadi masalah.
Beni Indra
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















