Beranda Daerah Boyolali Awas, Kasus PMK di Boyolali Makin Meluas!

Awas, Kasus PMK di Boyolali Makin Meluas!

Peternak Sapi di Boyolali sedang menyemprotkan desinfektan di kandang sapi miliknya / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi di Boyolali bertambah.

Penyakit tersebut tak hanya terdeteksi di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, namun juga terjadi di Desa Ngenden, Kecamatan Ampel.

“Di Singosari, Mojosongo ada 15 ekor sapi yang terpapar PMK, lalu ada lagi enam ekor ternak di Desa Ngenden, Ampel. Namun, saat ini kondisi semua ternak sudah membaik,” kata Bupati Boyolali M Said Hidayat  saat menerima kunjungan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo pada Jumat (13/5/2022).

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan para peternak tetap tenang dan tidak panik. Jika menemukan adanya tanda ternak miliknya terkena PMK, agar secepatnya menghubungi dokter hewan terdekat.

“Sehingga bisa diambil tindakan penyembuhan dengan pemberian suntikan. Terbukti setelah ditangani petugas kesehatan hewan, ternak yang sakit mulai membaik. Mudah- mudahan kasus ini bisa secepatnya tertangani tuntas.”

Baca Juga :  Boyolali Perkuat Benteng Moderasi Beragama Lewat Edukasi di Sekolah

Menurut Kabid Keswan Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali Afiany Rifdania, kasus di Singosari, Mojosongo terjadi pada 7 Mei lalu. Sehari kemudian atau pada 8 Mei ditemukan enam ternak terpapar di Ngenden, Ampel.

“Terdiri dari tiga sapi dan tiga ternak kambing. Yang di Singosari, kondisinya sudah membaik. Sapi sudah mulai meningkat nafsu makannya.”

Sedangkan untuk kasus di Ngenden, pihaknya langsung melakukan  tracing satu kandang yang ada 3 sapi dan 3 kambing di dalamnya. Untuk sapi sudah menunjukan gejala, jadi semua ternak kami ambil sampel.

“Ternyata hasilnya positif PMK. Yang justru berbahaya, tiga  kambing yang sakit itu tanpa gejala, jadi bisa menjadi transmisi penularan.” Waskita

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.