Beranda Daerah Solo Buktikan Cinta Tanah Air, Mantan Napi Teroris Tanam Pohon di Pinggir Bengawan...

Buktikan Cinta Tanah Air, Mantan Napi Teroris Tanam Pohon di Pinggir Bengawan Solo dan Lereng Lawu

Penanaman pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo tepatnya di Taman Pucang Arum oleh para mantan napi teroris bersama FX Hadi Rudyatmo. Foto: dok

 

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM –Sejumlah mantan napi teroris (napiter) melakukan tanam pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo di pinggiran Kota Solo dan Lereng Gunung Lawu di Tawangmangu, Karanganyar.

Aksi tanam pohon itu dilakukan oleh para mantan napi teroris tersebut pada 22 April 2022 lalu sebagai bukti kecintaan kepada tanah air dan juga memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Kegiatan tanam pohon tersebut diinisiasi oleh Yayasa Gema Salam, yayasan yang membawahi para mantan napi teroris untuk gerakan sosial dan program kecintaan kepada negara.

Joko Suharmanto, selaku Ketua Yayasan Gema Salam menyatakan, kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur mereka atas kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ini juga membuktikan bahwa kami turut merawat bumi Indonesia, sebagai bentuk kecintaan kami kepada negara,” kata Joko yang juga pemilik Warung Soto Bang Jack ini yang pernah terlibat peristiwa Bom Bali 1 ini kepada Redaksi Joglosemarnews dalam siaran persnya, akhir April kemarin.

“Kegiatan ini, semata-mata hanya  bentuk kepedulian dan rasa cinta para eks napi teroris kepada Bangsa dan Negara Indonesia ini. Kami telah berbuat dan kami akan terus berbuat dan mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka kami berbakti kepada Allah SWT,” paparnya.

Baca Juga :  Youth Leadership Training JSIT Jateng Fokus Cetak Gen-Z Berdaya Saing
FX Hadi Rudyatmo dan Eka Puspitasari, eks napiter saat sedang enanam pohon di bantaran sungai Bengawan Solo. Foto: dok

Ditambahkannya, Yayasan Gema Salam sebagai salah satu lembaga yang menaungi para eks napi teroris, juga mengambil peran di Hari Bumi dan momet ini turut mengambil bagian dalam merayakanya, bersama dengan para mitranya.

Mereka adalah mantan bomber, yang pernah terlibat dalam peristiwa Bom Bali 1, Bom Polres Solo, Bom Candi Resto, Bom Kartosuro. Juga hadir eks napiter perempuan, yang pernah terlibat sebagai ‘Calon Pengantin’ (Bom Bunuh Diri) tahun baru 2017 di Bali, yakni Eka Puspitasari.

Ada 21 pohon yang ditanam di Bantaran Sungai Bengawan Solo, di Taman Jogo Kali, Kalurahan Pucang Sawit, Solo. “Jumlah 21 pohon sebagai simbol Hari Kartini karena April juga diperingati Hari Kartini. Dan yang mengawali menanam adalah Mbak Eka Puspitasari salah satu perempuan Eks Napiter, bersama dengan tokoh masyarakat setempat, FX Hadi Rudyatmo yang juga merupakan Pembina Yayasan Gema Salam,” ujar Joko atau yang akrab disapa Jack.

Eka Pupitasari, asal Purworejo mengaku sengaja jauh-jauh datang untuk turut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dirinya merasa tergerak untuk menunjukkan partisipasinya sebagai perempuan Indonesia.  Ada pohon rambutan, asem, kelengkeng dan mangga.

“Mantan teroris saja mau peduli lingkungan, masak yang lain tidak. Selain menambah hijau Taman Jogo Kali Pucang Arum ini, kontruksi tanah bantaran Bengawan Solo ini akan semakin menjadi kuat dari kemungkinan bencana longsor,” kata Rudyatmo yan mantan Walikota Solo ini.

Baca Juga :  Adira Expo Serba Seru Hadir di Solo

Selesai Penanaman di bantaran Bengawan Solo, kegiatan juga berlangsung di Lereng Gunung Lawu, Karanganyar. Diwakili oleh Aris dan Surono yang merupakan eks napiter asal Karanganyar, mereka menanam di Lereng Gunung Lawu, di seputaran Taman Sakura Hills.

“Total pohon yang kita tanam semuanya ada sekitar 150 pohon yang tersebar di sejumlah titik,” kata Joko.  (ASA)

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.