JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Hantu Noni Belanda Gentayangan di Lantai 2 Gedung Kuning, Semarang

Di lantai 2 Gedung Kuning, Semarang sering muncul hantu Noni Belanda / lukman - joglosemarnews
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gedung tua yang kosong seringkali dihunti makhluk halus. Tak terkecuali dengan Gedung Kuning yang ada di Kota Semarang ini.

Gedung bersejarah peninggalan era penjajahan Belanda itu memang masih berdiri megah di tepi jalan di Wilayah Kelurahan Bandarharjo, Ungaran Barat.

Tak dapat dipungkiri, gedung tersebut merupakan salah satu bukti adanya sejarah berkembangnya penjajahan kolonial pada masa itu.

Penamaan Gedung Kuning itu sendiri berdasarkan kebiasaan masyarakat yang menyebutnya dengan gedong kuning. Itu karena seluruh material bangunannya dicat dengan warna kuning.

Seperti yang tertera di dinding samping, gedung itu merupakan bekas peninggalan kerajaan Belanda, sekitar tahun 1916 silam.

“Gedung ini dulunya merupakan rumah singgah yang dilengkapi dengan gudang untuk menyimpan perniagaan,” ujar Sektiantoro, pria yang sehari-harinya menjaga gedung tersebut kepada Joglosemarnews.

Baca Juga :  Deklarasi Cinta Damai, Kapolda Jateng Sebut Masyarakat Daya Tangkal Rendah Akan Mudah Terprovokasi!

Gedung Kuning terdiri dari gedung utama dengan dua lantai dan beberapa rumah singgah untuk para pejabat tinggi Pemerintahan Kolonial Belanda pada masa itu.

Misi awal Belanda ke Indonesia tidak lain tidak bukan, ialah mencari rempah-rempah, yang kemudian dijual dengan harga tinggi di Eropa.

Saat itu, Gedung Kuning dijadikan sebagai tempat untuk mengelola seluruh perniagaan hasil bumi di Karesidenan Semarang.

Kala itu, ujar Sektiantoro, Karesidenan Semarang dikelilingi banyak perkebunan hasil bumi. Mulai dari teh, kopi, cengkeh, polo, karet, dan masih banyak lagi.

Sektiantoro, penjaga gedung Kuning Semarang / lukman – joglosemarnews

Selain kemegahan arsitektur, Gedung Kuning juga terkenal dengan cerita mistisnya. Salah satu yang berkembang adalah cerita mistis seorang noni Belanda yang sering menampakkan diri di Balkon lantai dua.

Tidak hanya itu, tepat di depan gedung terdapat pohon beringin yang dipercayai dihuni banyak makhluk halus berupa genderuwo. Pada saat-saat tertentu, saat warga melintas terkadang mencium bau bakaran ketela di sekitar pohon tersebut.

Baca Juga :  5.865 Siswa di Kudus Dapatkan Face Shield Gratis, 930 Santri Terima Bantuan PIP

Menurut Sektianroro, kini Gedung Kuning dikelola oleh Kodam IV/Diponegoro, dan dijadikan sebagai rumah dinas anggota Zidam IV/Diponegoro.

Saat Joglosemarnews menjelajahi gedung tersebut, beberapa sudut bangunan hancur dimakan usia. Rencana renovasi pun, ujar Sektiantoro, belum bisa dilakukan karena terkendala biaya.

Bahkan, pemberian status sebagai bangunan cagar budaya pun belum bisa diresmikan oleh pemerintah. Padahal faktanya, Gedung Kuning sarat dengan nilai-nilai sejarah.

Terlebih lagi, terdapat ruangan rahasia yang dipercaya sebagai bunker. Namun saat Joglosemarnews datang, bunker sudah pampat. Menurut Sektiantoro, bunker tersebut memang dicor, karena dikhawatirkan akan dijarah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. lukman