Beranda Daerah Boyolali Jelang Kurban, Boyolali Tak Boleh Datangkan Sapi dari Jatim 

Jelang Kurban, Boyolali Tak Boleh Datangkan Sapi dari Jatim 

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait lalu lintas (Lalin) hewan kurban.

Dalam aturan tersebut, Jateng dilarang menerima hewan kurban dari daerah wabah, yakni Jawa Timur dan Aceh.

Sehingga Boyolali tidak mendatangkan sapi dari Jawa Timur. Namun, diizinkan mengirim hewan kurban ke luar daerah. Asalkan daerah peminta hewan kurban mengirimkan surat ke kabupaten penghasil.

“Dalam SE, wilayah Jateng termasuk Boyolali tidak diperbolehkan menerima sapi dari daerah wabah,” ujar Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Lusia Dyah Suciati, Minggu (19/6/2022).

Dijelaskan, Boyolali sendiri tidak masalah karena menjadi daerah penghasil sapi, termasuk untuk sapi kurban pada Idul Adha. Sehingga dipastikan kebutuhan sapi kurban mampu dikaver sepenuhnya ditingkat lokal Boyolali.

Terkait aturan pengiriman sapi ke luar daerah, maka daerah tujuan harus membuat rekomendasi membutuhkan sapi untuk kebutuhan kurban. Semisal, mau mengirim sapi ke Jawa Barat atau Jakarta.

Baca Juga :  Boyolali Perkuat Benteng Moderasi Beragama Lewat Edukasi di Sekolah

“Nah kedua daerah itu mengeluarkan surat rekomendasi membutuhkan sapi. Terus kita mengirimkan sapi harus disertai ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).”

Untuk pengecekan kesehatan hewan dilakukan oleh petugas dari pejabat otoriter veteriner atau dokter hewan. Baru setelah dipastikan kondisi sapi sehat, Disnakan bisa mengeluarkan SKKH ternak tersebut.

“Kalau kebutuhan sapi kurban, Boyolali sendiri sangat tercukupi. Bahkan berpotensi dikirim ke luar daerah.”

Terkait potensi sapi potong di Boyolali, Kabid Produksi Peternakan Disnakan Boyolali, Gunawan Andrianta menjelaskan, ketersediaannya populasi sapi potong ada 107 ribu ekor. Sedangkan kebutuhan ternak potong untuk kurban 4.000 – 5.000 ekor.

“Jadi sangat cukup.”

Justru Boyolali selama ini malah mensupport kebutuhan sapi kabupaten lain.

“Nah kalau kita mau mengirim ke daerah lain, daerah lain harus berkirim surat rekomendasi dulu. Kita tetap harus cek lapangan, kalau sapi sehat kita keluarkan,” tegasnya. ,” katanya. Waskita

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.