
KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Anggota Komisi D DPRD Karanganyar menyesalkan ketidakpekaan Pemkab Karanganyar terhadap penderitaan Aira
Mekarsari, Balita usia 15 bulan yang menderita jantung bocor dan gizi buruk.
Pasalnya, Dinas Sosial dan BAZNAS Karanganyar datang hanya meberikan bantuan berupa sembako dan sedikit susu, sedangkan bantuan pengobatan sama sekali tidak tersentuh.
“Mohon maaf karena penderitaan ini adalah penyakit jantung bocor dan gizi buruk mestinya biaya pengobatan jantungnya yang harus dibantu karena fakta keluarga ini sangat miskin butuh perhatian negara dalam hal ini bantuan Pemkab Karanganyar dan juga Kementrian Sosial (Kemensos),” ungkap Endang Muryani di sela mengunjungi Aira di rumah kontrakannya Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar, Rabu (6/7/2022 ).
Menurut Endang Muryani, apapun alasannya kasus temuan penderitaan warga seperti dialami keluarga Aira tersebut harus menjadikan lecutan bagi Pemkab Karanganyar melalui dinas dan lembaga terkait untuk bertindak proaktif mengentaskannya.
Sebab potret penderitaan keluarga Aira ini benar-benar sudah di atas rata-rata penderitaan warga negara.
Apalagi anggaran APBD untuk membantu warga seperti itu jelas ada dan teranggarkan, namun mengapa hingga sekarang tidak ada sentuhan nyata dari Pemkab Karanganyar.
“Anggaran di Dinsos dan Dinas Kesehatan itu ada mengapa hingga sekarang tidak ada kepedulian yang menyasar bukan hanya datang diberi sembako dan pampers,” tandas Endang Muryani yang juga anggota Fraksi PDIP DPRD Karanganyar tersebut.
Untuk itulah Endang Muryani benar-benar menyesalkan ketidakpedulian Pemkab Karanganyar. Apalagi keluarga ini belum bisa berobat lagi karena tak ada biaya dan satu-satunya Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimiliki untuk berobat ternyata tidak bisa mengcover biaya pengobatan Aira.
Pada kunjungan tersebut Endang Muryani turut membantu sejumlah uang untuk berobat. Pasalnya saat ini yang dibutuhkan adalah biaya pengobatan.
Sebagai informasi, tragedi mengenaskan terjadi di Desa Sukosari, Jumantono, Karanganyar, Jateng yakni dialami keluarga Aira Cahya, Balita usia 15 bulan yang memiliki penyakit kelainan jantung bocor serta gizi buruk. Keluarga miskin Pasutri Suratno (40) dan
Dian Aruna Mahesi (37) itu berjuang habis-habisan untuk mendapatkan biaya pengobatan anaknya, sementara bantuan dari Pemkab Karanganyar tidak ada sama sekali. Beni Indra
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














