
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali akan tetap menggelar ritual sedekah gunung atau Larung Kepala Kerbau pada malam 1 Sura. Acara tersbut bakal digelar pada Jumat (29/7/2022) malam.
Menurut Kaur Perencanaan Desa Lencoh, Bagiyo, ketiadaan anggaran tak membuat mereka nglokro (patah semangat-red). Hingga pihak desa dan masyarakat sepakat iuran sendiri untuk membiayai kegiatan yang rutin digelar setiap malam 1 Sura.
“Acara diawali dengan pentas reog pada Jumat sore,” katanya, Kamis (28/7/2022).
Puncak acara berupa larung kepala kerbau ke puncak Gunung Merapi pada tengah malam. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM).
Hal itu dilakukan mengingat kondisi Merapi masih level III atau Siaga.
“Sehingga Merapi masih tertutup untuk siapapun. Khusus untuk acara Larung Kepala Kerbau, hanya 10 orang saja yang diizinkan naik ke puncak Merapi. Itupun dengan pengawasan ketat pihak BTNGM.”
Ritual sedekah gunung atau larung kepala kerbau terkait dengan cerita Kyai Petruk, atau Raden Handoko Kusuma. Dia dipercaya sebagai pengayom warga kawasan lereng Merapi. Istilah Petruk, menurut warga setempat, karena Handoko Kusuma mempunyai tubuh tinggi dan hidungnya panjang.
Kyai Petruk adalah putra Pengageng Kapaniwon Cepogo. Pada masa mudanya dia senang lelaku dan bersemedi, selain sakti Kyai Petruk dikenal sangat bijaksana.
Sehingga masyarakat Selo dan sekitarnya, menganggap Kyai Petruk sebagai seorang pengayom. Akhirnya, dia muksa di Lereng Merapi. Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














