SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM —Ketersediaan setok beras di kawasan Surakarta atau Soloraya dipastikan aman sampai akhir tahun. Saat ini, sebanyak 17.200 ton beras tersedia di gudang Bulog Solo. Belum lagi ditambah pengadaan beras pada panen ketiga Oktober mendatang. Diperkirakan akan ada penambahan sekitar 2-3 ribu ton.
Demikian ditegaskan oleh Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Andry Nugroho kepada awak media. “Stok beras aman. Bahkan tidak hanya sampai akhir tahun, stok beras di Bulog Solo bahkan cukup sampai awal 2023 nanti,” kata Andy Nugroho.
Andy menambahkan, meskipun penyerapan pada panen di bulan Oktober nanti tidak sebanyak pada Masa Tanam I dan Masa Tanam II, tetapi sudaah cukup membantu untuk penambahan stok beras sampai awal tahun 2023.
Selain beras, stok gula juga cukup sampai akhir tahun, karena di gudang masih tersedia 230 ton. Jumlah ini juga dinilai cukup sampai akhir tahun. Apalagi, pabrik gula milik Bulog masih dalam masa musim giling, sehingga masih akan terus bertambah.”Kami pastikan stoknya akan selalu ada,” jelasnya.
Sedangkan untuk stok minyak goreng, kata Andy, saat ini tersedia sebanyak 140 ton. Ketersediaan ini cukup menjadi cadangan stok untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan permintaan. Selain itu, harga minyak goreng juga sudah stabil.
Harga minyak di Bulog Solo sama seperti di pasaran, di bawah HET Rp 14 ribu per liter. Sedangkan harga beras cadangan pemerintah, Rp 8.300 per kilogram (kg) dan gula Rp 12.800 per kilogram.
Menambahkan penyerapan beras di Masa Tanam III, Andy menyatakan, penyerapan panen ketiga tidak sebanyak pada Masa Tanam (MT) I dan MT II. Sebab di MT III, harga gabah relatif tinggi di tingkat petani mencapai Rp6.000 per kilogram gabah kering giling (GKG). Padahal, harga pembelian pemerintah (HPP) sesuai surat keputusan Kemendag No.24/2020 mencapai Rp5.300 per kilogram Gabah Kering Panen (GKP).
Saat ini, menurutnya, harga gabah sudah di atas HPP, karena jumlah panen lebih sedikit dibandingkan jumlah saat panen MT I dan MT II. Lahan panen di MT III hanya yang menggunakan lahan irigasi teknis. Sedangkan, lahan tadah hujan sudah tidak bisa lagi panen di MT III.
Ditambahkannya, Bulog Cabang Surakarta memiliki beberapa unit kerja yakni sembilan gudang penyimpanan, satu unit pengolahan beras, satu rice to rice (RTR), satu modern rice milling plant (MRMP) di Soloraya.
Perum Bulog Surakarta dalam pelaksanaan tugas pemerintah menjaga harga di tingkat petani atau produsen, di enam wilayah kabupaten dan satu kota. Yakni, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Kota Surakarta.
Perum Bulog juga melaksanakan tugas pemerintah yakni KPSH atau Operasi Pasar (OP) dan Cadangan Stabilisasi Harga Pangan (CSHP) komoditas jagung dan kedelai ketika harga di pasaran melonjak.(ASA)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















