Beranda Daerah Karanganyar Ngakak Lur!  Nikahi Janda, Seorang Duda Perangkat Desa Gedongan, Colomadu, Karanganyar Diarak...

Ngakak Lur!  Nikahi Janda, Seorang Duda Perangkat Desa Gedongan, Colomadu, Karanganyar Diarak Naik Stom Sejauh 5 Km

Pernikahan Sudarto (44) dan Siska Prawesti (33) diarak dengan menggunakan stom, membuat warga dan pengguna lalu lintas penasaran / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga Desa Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Jateng ketawa ngakak menyaksikan prosesi pernikahan seorang perangkat desanya, Sudarto (44).

Pasalnya, prosesi pernikahan itu cukup unik, yakni Sudar naik stom (alat yang biasa untuk menghaluskan aspal jalan) saat perjalanan ijab qobul menempuh jarak lima kilometer, Rabu (7/9/2022).

Bahkan bukan hanya itu saja, rombongan yang berasal dari perangkat desa Gedongan juga membawa peralatan dapur dan speaker aktif sambil bernyanyi-nyanyi di perjalanan tersebut.

Tak pelak pemandangan tersebut mirip seperti pawai jalanan karena stomnya dihias pakai bendera merah putih.

Sudarto (44) dan Siska Prawesti (33) duduk di atas stom yang mengaraknya sejauh 5 km / Foto: Beni Indra

“Iya saya sudah mendapat laporan perihal prosesi nikah tersebut dari Pemdes  Gedongan bahwa akan ada surprize untuk Sudarto yang menikah tersebut diarak menaiki stom disepanjang perjalanan menuju ijab qobul dirumah calon mempelai Siska Prawesti (33) Desa Ngemplak, Boyolali,” ungkap Camat Colomadu Sriyono Budi Santoso kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (8/9/2022).

Menurut Camat Sriyono Budi Santoso atau akrab disapa Edo tersebut, arak-arakan menggunakan stom itu merupakan nadzar suruh perangkat desa Gedongan bahwa kelak jika Sudar (44) menikah lagi maka akan dikaji istimewa yakni kado stom untuk sarana mengarak Sudarto selama perjalanan.

Akhirnya nadzar itu kesampaian yang mana Sudar yang statusnya duda itu akhirnya menikah lagi dapat seorang jada Siska Prawesti (33) asal Desa Ngemplak, Boyolali.

“Arak-arakan rombongan berangkat dari rumah Sudarto (44) sekitar 30 orang berjalan kaki dari Desa Gedongan menuju rumah mempelai putri Desa Ngemplak, Boyolali sejauh lima kilometer, Rabu (7/9/2022) kemarin,” tandas Camat Edo.

Menurut Edo, arak-arakan itu menjadi perhatian warga yang melintas di jalan karena kesannya aneh sehingga banyak yang heran dan ketawa malu-malu dan tersenyum simpul.

“Istri saya yang kebetulan lewat berpapasan dengan arak-arakan manten naik stom itu juga tersenyum heran,” pungkas Camat Edo. Beni Indra

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.