JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Uang Palsu Beredar di Sragen, Sasar Pedagang Saat Ramai Pembeli. Juragan Cabe Sudah Kena Rp 200.000

Pedagang cabe di Pasar Bunder, Yuliatman saat menunjukkan dua lembar uang palsu pecahan seratusan ribu yang diedarkan oknum. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat di wilayah Sragen diimbau waspada dengan peredaran uang palsu (upal).

Pasalnya belakangan uang palsu ditemukan beredar di Pasar Bunder Sragen. Uang palsu itu diedarkan oleh oknum dengan menyasar pedagang yang ramai dikerubuti pembeli.

Salah satu korbannya adalah Yuliatman (45), pedagang cabai di Pasar Bunder Sragen mengaku telah menjadi korban oknum pengedar uang palsu.

Ia kena sebesar Rp 200.000 dari uang palsu yang ia terima beberapa hari lalu. Oknum itu menyamar sebagai pembeli.

“Kejadiannya itu pas lagi ramai pembeli mas, pas dapat uang itu saya nggak saya kontrol juga. Karena posisi juga ramai antri beli cabai. Tahunya waktu saya cek uang yang saya terima ada 2 lembar uang palsu,” kata Yuliatman kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (8/9/2022).

Baca Juga :  Karang Taruna Bina Karya Muda di Sragen Menggelar Acara Takbir Keliling Hari Raya Idul Fitri 1445 H Diiringi Musik Drumband

Ia menuturkan uang palsu yang diedarkan di pasar bunder Sragen yakni pecahan seratusan ribu. Namun ia tak sempat mendeteksi ciri-ciri pelaku karena saat menerima itu situasi dalam kondisi ramai.

Pasca kejadian, Yuliatman merasa khawatir akan oknum pengedar upal itu diyakini kembali berkeliaran dan siap untuk mencari kesempatan mengedarkan uang palsu kembali.

“Kalau pelakunya ciri-cirinya nggak tau mas soalnya pas ramai, ya kalau dibilang saya rugi Rp 200.000, habis dapat uang itu saya langsung bikin tulisan awas uang palsu di dinding kios ini mas,” bebernya.

Baca Juga :  Harga Gas LPG 3 Kg di Sragen Naik Ugal Ugalan Per Tabung Tembus Rp 30000 Warga: Sudah Terjadi 1 Minggu Sebelum Lebaran Idul Fitri

Kejadian mendapat uang palsu baru pertama ia alami selama berjualan cabai di pasar bunder.

Ia berharap setelah kejadian ini bisa jadi pengalaman dan imbauan bagi masyarakat luas.

“Sebelumnya ndak pernah, ya semoga ini jadi pengalaman saya agar lebih hati hati lagi kedepannya saat menerima uang dari pembeli,” ujarnya.

Terkait kejadian itu, Sekda Sragen Tatag Prabawanto mengimbau masyarakat utamanya pedagang senantiasa waspada dalam bertransaksi.

Ia meminta agar hindari transaksi uang dalam jumlah besar di lokasi gelap dan dalam kondisi ramai. Jika menerima uang palsu, diminta segera melapor ke polisi.

“Karena pelaku biasanya mencari kelengahan, pas situasi ramai dan lainnya. Makanya senantiasa berhati-hati setiap bertransaksi,” tandasnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com