JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diiringi Tangisan, Korban Pembunuhan di Sidoharjo Dimakamkan. Adiknya Pingsan, Sang Ibu Dalam Tahanan

Prosesi pemakaman Suprianto (43) pria asal Tlobongan, Sidoharjo Sragen yang tewas dibunuh ibunya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus pembunuhan Supriyanto (46) yang tewas di tangan ibunya sendiri, Suwarni (64) warga Dukuh Tlobongan RT 22, Desa Sidoharjo, Sragen, Selasa (4/10/2022) dinihari, menyisakan kisah haru.

Setelah diotopsi, jenazah korban langsung dimakamkan di pemakaman umum Dukuh Kleco, desa setempat, Selasa (4/10/2022) sore.

Isak tangis dan hari mengiringi pemakaman pria yang meregang nyawa di tangan ibu kandungnya itu.

Kadus setempat, Nawang Suseno mengungkapkan pada hari kejadian, jenazah korban sempat diotopsi di RSUD dr Moewardi Solo.

Selesai otopsi, jenazah kemudian diantar ke rumah untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman berlangsung haru.

“Hari itu, sorenya begitu selesai diotopsi, jenazah langsung dipulangkan dan dimakamkan sekitar jam 15.00 WIB,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (6/10/2022).

Saat pemakaman, adik korban yang ada di Jakarta, Ami Rahayu juga pulang. Kadus menceritakan begitu turun dari mobil pengantar, adik korban langsung jatuh pingsan tak kuat melihat kenyataan kakaknya hendak dimakamkan.

Baca Juga :  Jatah BLT dan PKH Janda Lansia di Gesi Dipotong Rp 600.000, Anak Langsung Lapor Kecamatan

Bahkan, Ami terpaksa harus dibopong oleh warga dan kerabat karena lemas tak berdaya. Keharuan makin bertambah lantaran pemakaman korban dilangsungkan tanpa kehadiran sang ibu.

Suwarni yang ditetapkan sebagai tersangka, masih mendekam di tahanan Mapolres Sragen sehingga tak bisa hadir di pemakaman.

“Ibunya masih di tahanan sehingga dimakamkan tanpa ada ibunya. Tapi istrinya datang dan keluarga dari ibunya datang,” terang Nawang.

Wakapolres Sragen Kompol Iskandarsyah memastikan dari hasil pemeriksaan tersangka, motif pembunuhan sadis itu dipicu rasa sakit hati dan malu atas kelakuan korban.

Hal itu terungkap dari pengakuan janda yang berprofesi tukang sayur keliling itu saat diperiksa penyidik.

“Dari pengakuan awal tersangka, perbuatan itu dilakukan karena si korban sering buat malu dalam artian ada laporan dari warga kalau korban ini suka mencuri. Anak itu ndak nurut, dibilangin balik melawan, disuruh orangtua tidak nurut,” paparnya saat konferensi pers di Mapolres, Selasa (4/10/2022).

Baca Juga :  Kabar Baik, UMK Kabupaten Sragen 2023 Diusulkan Naik Mendekati Rp 2 Juta. Ini Bocorannya!

Wakapolres menguraikan dari keterangan tetangga, korban yang sudah berkeluarga tapi pisah ranjang itu beberapa kali pernah tertangkap tindak kejahatan.

Selain pencurian, korban juga pernah masuk penjara karena tertangkap perkara perjudian.

“Iya, resedivis. Jadi ibunya ini merasa malu. Korban ini pengangguran,” tegas Waka.

Sang ibu menghabisi nyawa putra sulungnya itu dengan menggunakan bongkahan cor beton seukuran setengah meja dan cangkul.

Saat membantai putranya, wanita paruh baya itu juga sempat mengucapkan kalimat bernada mendoakan anaknya sesaat usai memastikan anaknya meninggal.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com