
KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Program pendataan Registrasi Awal Sosial Ekonomi (Regsosek) nasional sudah bergerak dengan target seluruh provinsi se-Indonesia.
Untuk di Karanganyar, Wakil Bupati (Wabup) Rober Christanto MM menjadi pelopor yang kali pertama dilakukan pendataan Regsosek oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar di rumah pribadi Wabup, Sabtu (15/10/2022).
Pendataan Regsosek di rumah pribadi Wabup Karanganyar tersebut dipimpin oleh Kepala BPS Karanganyar Dewi Tri Rahayuni bersama sejumlah staf BPS Karanganyar.
Sedangkan Wabup Rober Christanto menemui bersama istrinya, dr Farida Nurhayati.
Pada pendataan tersebut tim BPS Karanganyar melakukan pendataan cukup detail hingga pada penghasilan serta omzet perusahaan dan lain sebagainya.
Wabup pun menjawab dengan jujur apa adanya setiap pertanyaan yang diajukan BPS Karanganyar.
“Semua pertanyaan dari BPS saya jawab terbuka fair karena ini program nasional untuk negara maka modalnya satu yakni jujur apa adanya aja ngapusi aja manipulasi (jangan bohong dan jangan menipu serta manipulasi) tapi jujurlah,” ungkap Wabup Karanganyar Rober Christanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (15/10/2022).
Menurut Rober Christanto, kejujuran memang pahit tapi berakhir pasti baik. Misalnya dirinya menjawab terbuka sesuatu yang mestinya dirahasiakan namun demi kepentingan negara maka dirinya ikhlas menjawab termasuk omzet perusahaan.
“Seiring perkembangan zaman maka pendataan sangat urgen dan hanya satu data dari BPS maka kejujuran sangat menentukan baik buruknya data tersebut,” tandas Wabup Rober Christanto.
Sementara itu Kepala BPS Karanganyar, Dewi Trirahayuni mengatakan alasan mendata pertama kali Wabup Karanganyar adalah untuk pesan strategis yakni agar masyarakat mau untuk didata oleh petugas BPS.
“Ini sebagai contoh jika Bapak Wabup Rober Christanto saja care jujur apa adanya maka masyarakat harus begitu pula,” tandas Dewi Trirahayuni kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .
Menurut Dewi Trirahayuni pendataan Regsosek akan dilakukan sebulan penuh mulai 14 Oktober-14 November dengan target sebanyak 306.000 keluarga yang akan didata.
Sedangkan jumlah tim pendata dari BPS sebanyak 1.522 orang dengan sasaran per satu petugas mendata sebanyak 250 keluarga.
“Dengan target itu seharinya setiap petugas mendata sebanyak 10 keluarga selanjutnya data tersebut diverifikasi untuk masuk sebagai data nasional,” pungkas Dewi Trirahayuni. Beni Indra
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














