JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sudah 133 Anak Meninggal Gagal Ginjal Akut, Kapolres Sragen: Kami Belum Ada Telegram dari Mabes!

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen memilih belum melakukan razia terkait peredaran 91 obat sirup yang dilarang karena diduga memicu penyakit gagal ginjal akut.

Data di Kemenkes mencatat hingga kini sudah ada 133 anak meninggal akibat penyakit gagal ginjal akut di 2022 ini.

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama menyampaikan pihaknya masih menunggu instruksi dari Mabes Polri terkait tindaklanjut kebijakan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Kemenkes yang menarik 91 jenis obat sirup mengandung etilen glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

“Kami belum ada telegram dari Mabes Polri untuk melakukan apa,” paparnya kepada wartawan di Sragen.

Baca Juga :  Berikut Daftar Harga Durian Desa Gempolan, Kerjo, Karanganyar, Harga Bersahabat!!

Namun, sebagai kewaspadaan, pihaknya akan melakukan monitoring dan memantau dinamika di masyarakat.

Misalnya kalau ada indikasi masyarakat mulai panic buying dengan ramai-ramai mulai beli obat tablet ke Apotek.

“Kita monitor ke tempat tempat penjual obat, misalkan di apotik dan segala macam. Apakah ada aktivitas peningkatan masyarakat berkerumun dan antri,” ujarnya.

Sampai saat ini, Kapolres menyebut Sragen belum ada indikasi panic buying tersebut.

Ia kembali menegaskan hingga kini Polres belum melakukan razia atau operasi peredaran obat-obatan yang belakangan dikaitkan dengan pemicu penyakit gagal ginjal akut pada anak itu.

Baca Juga :  Perhatian, Warga PSHT Ngawi dan Soloraya Dimohon Jangan Masuk ke Sragen!

“Kami tidak ingin ada yang antrian terus ada yang pingsan, kemacetan dan ada yang berebut misalnya bodrexin tablet.
Untuk kegiatan operasi sampai saat ini kami kita sampai saat ini nggak ada, itu ada bidangnya sendiri,” jelasnya.

133 Anak Meninggal, 91 Obat Ditarik

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan merilis daftar 91 obat sirup yang diduga menyebabkan kasus gagal ginjal akut pada anak. Obat itu sebagian besar merupakan obat batuk dan paracetamol.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com