JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Stok Beras Mulai Kritis, Pengusaha Nasional Asal Sragen Ungkap Ancaman Kelangkaan di Depan Mata!

Pekerja tengah istirahat usai membongkar truk bermuatan beras di gudang Bulog Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 2022 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ancaman krisis pangan mulai menunjukkan keseriusan. Ini ditandai dengan menipisnya stok beras di pasar besar nasional.

Menteri Pertanian pun diminta segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi riil stok beras yang mulai mengkhawatirkan.

Salah satunya stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Di pasar induk yang menjadi sentra perdagangan beras nasional itu, stok saat ini sudah berada di bawah angka aman.

Stok beras itu pun hanya tinggal beras mahal alias premium. Sementara stok beras untuk kelas biasa sudah nyaris kritis.

Hal tersebut diungkapkan salah satu pedagang beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur, Billy Haryanto, Jumat (25/11/2022).

Pengusaha nasional yang akrab disapa Billy Beras itu menyebut saat ini kondisi stok beras di Pasar Induk Cipinang tinggal 20.000 ton.

Baca Juga :  Tragis, Remaja Asal Sambungmacan Sragen Tewas Kunduran Tronton

Stok yang ada itu semuanya merupakan beras jenis premium. Adapun untuk stok beras medium biasanya diperoleh dari Perum Bulog. Di mana setiap minggunya Bulog memberikan jatah 2.000 ton untuk Pasar Induk Beras Cipinang.

“Kalau stok beras di pasar Induk Cipinang sudah di bawah 20.000 ton dan itu pun beras mahal semua. Sudah mengkhawatirkan stok dan harga beras. Padahal masih lama tunggu panen di bulan 2,” kata Billy kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (25/11/2022).

Atas kondisi itu, Billy pun mempertanyakan pernyataan Kementerian Pertanian yang masih kekeh menyebut stok beras aman.

Menurutnya, fakta di lapangan minimnya stok beras juga karena sedikitnya pasokan dari panenan petani. Jika panenan banyak, secara logika pasti serapan beras atau gabah ke Bulog akan banyak pula.

Baca Juga :  Sadis, Detik-detik Tewasnya Santri di Sragen. Ditendang Dadanya Hingga Pingsan, Mau Ditolong Tidak Boleh

“Apanya yang direbutin? Memang panenan sedikit. Kalau banyak beras semua pasti kontrak ke Bulog, toh harga mengikuti pasar Bulog. Lebih enak masuk Bulog daripada bawa Jakarta,” kata dia.

Ia juga tak setuju dengan pernyataan Kementerian Pertanian yang mengatakan bahwa stok beras atau gabah masih surplus.

Kementan aja yang mabuk masih bilang surplus-surplus. Kita pelaku usaha ketawa aja. Kasihan rakyat miskin dampak nya pangan mahal,” kata Billy.

Wakil Ketua Perpadi Jakarta sekaligus pengusaha beras nasional, Billy Beras (tengah) saat rapat terkait stok beras di kantor Foods station Cipinang, Jakarta, Kamis (23/11/2022). Foto/Wardoyo

Oleh karenanya, pengusaha kelahiran Sragen itu meminta Menteri Pertanian untuk datang ke pasar terutama Pasar Induk Beras Cipinang untuk mengetahui stok teranyar dari beras.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com