Beranda Daerah Boyolali Warga Klinggen, Desa Guwokajen, Boyolali Keluhkan Akses Jalan Sulit Akibat Proyek Tol...

Warga Klinggen, Desa Guwokajen, Boyolali Keluhkan Akses Jalan Sulit Akibat Proyek Tol Solo-Jogja

Seperti ini kondisi jalan menuju Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, berlumpur dan licin saat musim penghujan / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Akses jalan menuju Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit dikeluhkan warga. Ya, akses jalan ke pemukiman mereka sudah diurug tanah sehingga licin.

“Kami jadi sulit untuk keluar rumah,” ujar Gunawan, salah satu warga setempat, Jumat (11/11/2022).

Diungkapkan, saat ini masih ada beberapa rumah terdampak tol yang belum dibongkar. Seperti rumahnya yang belum menerima uang ganti rugi (UGR) karena masih sengketa. Ironisnya, jalan masuk pemukiman kini sudah tertutup tanah.

Sulitnya akses jalan ini juga dirasakan warga lainnya yang rumahnya di sisi timur proyek tol. Meski tidak terdampak pembebasan lahan, namun, tidak memiliki akses jalan. Saat ini, sebagian besar dusun Klinggen, Guwokajen memang sudah rata dengan tanah.
Padahal akses dari balai desa Guwokajen ke Dukuh Klinggen sebenarnya merupakan jalan utama. Namun, saat musim penghujan seperti ini, jalan menjadi licin. Bahkan tanah basah menempel pada ban motor dan kendaraan rawan selip.

“Warga meminta akses dan keselamatan jalan. Tak hanya saya, warga yang tidak kena tol, di timur saya kan ada lima bidang. Terdiri dari rumah bangunan enam KK dan dua bidang kebun. Akses jalan juga sulit.”

Baca Juga :  Polres Boyolali Siagakan Personel Amankan Puncak Hari Desa Nasional 2026

Ada pula tiga KK yang masih mengakses jalan tersebut karena tanahnya hanya terkena tol sebagian. Seperti milik Dalno hanya terkena 9 meter persegi, Leo terkena 3 meter persegi, Darminto terkena 30 meter persegi dan dua kebun milik Agus dan Eko terkepras 11 meter persegi.

Tak hanya itu saja, jalan tersebut juga menjadi akses ke areal pesawahan. Petani mau tak mau harus melewati jalan tersebut untuk membawa peralatan pertanian seperti mesin traktor serta perontok padi. Warga yang melintas harus melipir ke tepian urugan tanah.

“Jalan desa tertutup lumpur. Warga sudah meminta agar diperbaiki, bahkan sempat mau ditutup jalannya. Jalan tersebut juga dibangun warga, makanya kami minta dibuatkan akses yang layak.”

Dihubungi terpisah, Project Produksi Manager (PPM) Proyek Jalan Tol Solo- Jogja, Eko Prabowo, mengaku pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak desa selama pelaksanaan proyek strategis negara (PSN) ini.

Baca Juga :  AKBP Indra Maulana Saputra Resmi Jabat Kapolres Boyolali

Pihaknya menegaskan tidak mungkin menutup akses jalan masyarakat sebelum semua dibebaskan dan direlokasi.

“Nantinya, untuk Dukuh Klinggen, akan dibuatkan jalan pengganti dari jalan desa yang terkena proyek tol,” ujarnya. Waskita

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.