
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Riasan pengantin adat Palembang ala perias Agustin Retno Darmastuti sukses memenangi Lomba Rias Pengantin Nusantara yang digelar di Gedung Serbaguna Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen, Rabu (28/12/2022).
Riasan anggun dipadu kecantikan sang model dengan hiasan mahkota gemerlap khas kota Pempek kreasi Agustin sukses memukau dewan juri.
Senyum sumringah langsung menyungging begitu riasan Agustin diumumkan mengoleksi nilai tertinggi.
“Senang bisa juara. Saya tadi menampilkan riasan pengantin adat Palembang karena nusantara. Sengaja saya ambil tema itu karena tampilannya mewah sehingga lebih kelihatan,” ujar pemilik sanggar Rias Jayadi di Kuwungsari, Sragen itu seusai penyerahan hadiah.
Perempuan paruh baya itu menuturkan sudah merias sejak usia 17 tahun. Namun baru kali ini mengikuti kompetisi lomba rias pengantin.
Kemenangan Agustin memang bukan kebetulan. Ia mengaku sudah hampir sebulan mempersiapkan diri mulai dari membeli aksesoris, hingga teknik untuk membuat tampilan riasan menjadi istimewa.
“Saya tadi selesai 1 jam kurang 5 menit. Kebetulan saya seneng merias, karena bisa melestarikan adat Jawa,” tuturnya.
Lomba rias pengantin nusantara itu diprakarsai oleh Paguyuban Anggrek yang menaungi para pekerja seni, perias dan lainnya.
Ketua Paguyuban Anggrek, Debora mengatakan ada 68 pekerja seni berbagai profesi yang ikut dalam lomba dalam rangka memeringati Hari Ibu tersebut.
Ada tiga lomba yang digelar yakni rias pengantin, lomba kreasi tumpeng dan membuat kue dari bahan singkong.
“Tujuan lomba ini, kami ingin memajukan ibu-ibu paguyuban supaya lebih berkembang lagi dalam mengelola paguyuban ini. Lalu memotivasi anggota juga agar semakin mandiri, bee dan berkarya untuk lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Khusus lomba rias pengantin, Debora menyebut digelar untuk melestarikan budaya Jawa.
Menurutnya keragaman budaya dan adat yang ada di Nusantara adalah kekayaan yang selayaknya dilestarikan.
“Supaya warisan budaya nenek moyang ini tidak hilang,” tegasnya.

Nguri-Uri Budaya
Acara makin istimewa karena dihadiri oleh anggota DPRD asal Gondang, Bambang Samekto dan sang istri, Evi Yudamita Pilara Tunggal.
Evi yang turut mensupport lomba itu, bahkan didaulat untuk menyerahkan hadiah kepada juara I.
Ia pun menuturkan dukungannya terhadap acara tersebut lantaran sangat positif untuk melestarikan seni budaya nusantara.
“Harus diuri-uri budaya kita, tidak boleh sampai dilupakan sebagai orang Jawa. Ini bagus sekali karena melestarikan riasan pengantin adat,” ujarnya.
Perempuan yang juga aktif di politik itu menambahkan melalui momentum dan lomba seperti itu, diharapkan bisa menumbuhkan regenerasi seni dan profesi pekerja seni kepada generasi muda.
“Ini bagus sekali, karena dengan begini akan menumbuhkan bagaimana caranya bisa menularkan warisan budaya dan dipelajari dari para sesepuh pelaku seni. Apapun kalau kita mau maju, tidak boleh melupakan sesepuh dan budaya kita,” tandasnya.

Ketua DKDS Sragen, Heru Setyawan menyambut positif lomba itu karena menjadi ajang menggali potensi budaya utamanya seni make up pengantin adat.
“Beliau-beliau paguyuban rias ini sangat banyak memiliki bakat, ada yang nari, ada yang menabuh gamelan dan peraga lainnya. Ini potensi yang sangat luar biasa berkolaborasi dengan banyak unsur seniman di kecamatan Gondang kabupaten Sragen,” tandasnya. Wardoyo
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














