JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Panen Raya Jagung Bantuan Baznas di Bagor Sukses Hasilkan 7 Ton Per Hektare. Ketua Baznas RI Bakal Tambah 100 Hektare

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Ketua Baznas RI, Noor Achmad dan jajaran pejabat lain saat panen raya perdana jagung bantuan Baznas di Bagor, Miri. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Prof Noor Achmad melakukan panen raya jagung di lahan seluas 50 hektare yang berada di Dukuh Genengsari Desa Bagor, Kecamatan Miri, Selasa (31/1/2023).

Produktivitas jagung yang ditanam ternyata sangat tinggi mencapai 7 ton per hektare. Padahal biasanya panen jagung di wilayah itu hanya 3,5 ton per hektare.

Selain Bupati dan Ketua Baznas RI, panen raya secara simbolis juga dilakukan oleh Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan.

Kemudian Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji, dan Ketua Baznas Sragen, Mustaqim, Wakil Bupati, Suroto, jajaran Forkopimda Sragen dan perwakilan petani jagung setempat.

Panen raya jagung yang kali pertama dilakukan tersebut merupakan hasil panen dari petani yang masuk dalam kelompok mustahik binaan Baznas RI dan tergabung dalam program Lumbung Pangan di Kabupaten Sragen.

Hasil panen Tanaman jagung yang ditanam pada 11 Oktober 2022 lalu itu mampu menghasilkan jagung hingga 5,5 ton- 7 ton per hektare.

Setelah panen raya, Baznas akan memberi bantuan lanjutan untuk menanam jagung seluas 100 hektare di desa tersebut.

Dalam sambutannya Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyambut baik upaya Baznas dalam menyejahterakan masyarakat khususnya masyarakat Sragen.

Baca Juga :  Sragen Award 2023 : MAN 2 Sragen Runner Up dalam Lomba Video Sejarah Kabupaten Sragen

Menurutnya, program produktif Baznas sejalan dengan program pengentasan kemiskinan yang terus digencarkan Pemkab Sragen selama ini.

“Baznas menggencarkan program produktif yang sangat bermanfaat. Jadi para mustahik bisa mandiri secara ekonomi di masa depan. Saya rasa ini sangat baik sekali. Untuk itu, saya mengajak masyarakat Sragen untuk menyisihkan sebagian hartanya berzakat melalui Baznas, agar saudara-saudara kita yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya,” papar Bupati.

Tingkatkan Kesejahteraan

Bupati Yuni menambahkan penggunaan bibit jagung yang sesuai dengan kondisi lahan berdampak pada hasil panen yang maksimal. Ia berharap hasil panen jagung yang melimpah ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga Desa Bagor.

“Penanaman jagung ini berhasil membuat tanaman yang tadinya tidak produktif kini bisa menghasilkan, terutama di kawasan utara Bengawan Solo. Kurang optimalnya pemanfaatan lahan tidak produktif ini menyebabkan banyaknya angka kemiskinan,” jelasnya.

Bupati kini melihat ekonomi masyarakat di utara Bengawan Solo mulai tumbuh dan bangkit di tahun ini.

Sementara Ketua Baznas RI, Prof Noor Achmad, mengatakan Baznas menyambut baik proses dan hasil yang didapat para petani mustahik binaan hingga berhasil panen raya perdana.

Hasil jerih payah para petani ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab terhadap dana zakat, infaq, dan sedekah yang telah disalurkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

Baca Juga :  Awas Aksi Pencurian Padi Siap Panen Milik Petani di Sragen Makin Meluas, Pelaku Saat Ini Masih Gentayangan

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas keberhasilan ini. Para petani mustahik mampu menjaga kepercayaan yang diberikan muzaki, demi meningkatkan kesejahteraan dan mencapai kemandirian ekonomi,” kata Noor.

Ia menambahkan, Baznas juga terus menggencarkan program Lumbung Pangan di berbagai daerah.

Pasalnya, Indonesia merupakan negara agraris, yang jika dimanfaatkan dengan baik, maka diyakini dapat memberi hasil positif terhadap para mustahik.

“Negeri kita memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam beraneka ragam, dan berlimpah. Inilah yang akan dimanfaatkan Baznas dengan memberikan modal usaha serta membina para mustahik agar mencapai keberhasilan dimasa depan,” ujarnya .

Sementara itu Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyebut peningkatan dirasakan para petani secara berkala.

Menurutnya itu merupakan hasil pembinaan intensif yang dilakukan Baznas kepada mustahik binaan.

“Hasil ini jika dilihat secara kualitas dan kuantitas, mengalami peningkatan. Jika sebelum mencapai panen raya hanya 3,5 ton per hektare, kini menjadi 5-7 ton per hektare untuk beberapa petani. Tentu hal ini patut kita syukuri. Namun kita juga akan terus mengevaluasi demi mencapai hasil terbaik. Tapi untuk saat ini, kualitas jagung yang dihasilkan sangat baik, besar, dan non hampa,” pungkasnya. Wardoyo

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com