
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2023 di Kota Solo dimeriahkan dengan acara talkshow yang mengusung tema “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Msyarakat” di Pendapa Loji Gandrung, Minggu (19/2/2023).
Rangkaian acara diawali dengan kegiatan Jumput Sampah dan Penukaran Bibit Tanaman di Loji Gandrung, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jumat (17/2/2023).
Acara tersebut dibuka oleh moderator Sapto yang diikuti oleh Perwakilan Sekolah Adiwiyata, Perwakilan Bank Sampah Unit Kota Surakarta.
Salah satu sekolah Adiwiyata yang ikut dalam kegiatan tersebut adalah SMP Negeri 8 Surakarta. Dalam pendampingan sejumlah guru, sebanyak delapan siswa siswi diterjunkan dalam kegaitan tersebut.
Talkshow menghadirkan tiga narasumber, yang masing-masing adalah Denok Marty Astuti, SE dari Bank Sampah Induk Kerja Nyata Kota Solo.
Denok membawakan materi tentang “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Menurut dia, talkshow tersebut menjadi sarana diskusi untuk menentukan strategi pengelolaan sampah..
“Di talkshow ini terjadi diskusi bagaimana pengelolaan lingkungan, pengelolaan sampah kedepannya di Kota Solo ini,” ujarnya.
Menurut Marty Astuti,sampah bagi pengelolan Bank Sampah akan menjadi cuan, alias bisa diuangkan. Ini merupakan suatu ajakan masyarakat untuk kelola sampah, karena sampah bisa menghasilkan uang.
Denok juga mencontohkan tentang mengelola sampah untuk kesejahteraan Masyarakat dengan cara “pilah dari hulu, pilah dari sumbernya”.
Memilah antara sampah anorganik dan sampah organic, akan tuntas dan sejahtera. Sampah memiliki nilai ekonomi, warga; guyub rukun, gotong royong, berorganisasi, mengembangkan potensi dan berwirausaha. Bank Sampah tetap semangat, tanpa sambat.
Dalam talkshow kali ini Bank Sampah Induk Kerja Nyata Kota Solo berkolaborasi dengan narasumber Kepala SD Kristen Widya Wacana Jamsaren, Six Hastuti, S.Pd.
Di momentum itu, Six Hastuti mngupas bagaimana pengelolaan sampah di SD Kristen Widya Wacana, Jamsaren.
Adapun sejak tahun 2007, SD Kristen Widya Wacana konsisten menjadi sekolah Adiwiyata (Green School) dengan mengemban misi “Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup” yang melibatkan warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Upaya yang dilakukan adalah: 1) Kegiatan Telung Ng.; 2) Bank Sampah Tiki-Tiku (Tiga Kilo Satu Buku); 3) Ekrusia (Ekonomi Kreatif Ubah Sampah Jadi Apik).
Maksud dari upaya Telung Ng adalah Nganggo (Memakai), Ngelongi (Mengurangi), ngguwang (Membuwang). Kemudian sampah Tiki Tiku yaitu barter sampah dengan Buku Bacaan, selanjutnya tujuan Ekrusia adalah mengelola sampah menjadi produk yang bisa dijual, meningkatkan ekonomi Masyarakat dan Orang Tua Murid, menambah income sekolah, dan upaya penerapan Gerakan Perilaku Ramah Lingkungan.
Sementara itu, Sekdin DLH Kota Solo Urip Jatmiko, SH., MM. menyampaikan bahwa untuk momentum Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2023, dimanfaatkan untuk melibatkan sebanyak-banyaknya elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya guna mewujudkan Kota Surakarta yang bersih dan sehat.
Semoga kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2023 tidak semata mata kegiatan ceremonial saja, tapi juga dimaknai secara mendalam bahwa pengelolaan sampah untuk mewujudkan hidup bersih dan sehat adalah kewajiban dan kepentingan kita bersama.
“Mari kita jaga kebersihan lingkungan kita dengan senantiasa membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi produksi sampah dalam kehidupan kita sehari hari! Tetap semangat,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews. Suhamdani
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.












