Beranda Daerah Karanganyar Diduga Sopir Ngantuk, Truk Sarat Muatan Pakan Ternak Terguling di Jumantono, Karanganyar

Diduga Sopir Ngantuk, Truk Sarat Muatan Pakan Ternak Terguling di Jumantono, Karanganyar

Kondisi truk bermuatan pakan ternak yang terguling di sebuah tanjakan di Jumantono Karanganyar / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Truk bernopol AE 9308 UJ  bermuatan sekitar sembilan  ton  pakan ternak  terguling di Desa Ngunut, Jumantono, Karanganyar, Jateng, Sabtu (11/3/2023).

Belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut,  namun diduga karena sopir mengantuk saat melaju di  jalan tanjakan desa. Akibatnya, truk tak kuat nanjak, meluncur ke belakang  dan terguling.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan,  kecelakaan tunggal itu berawal saat truk bermuatan pakan ternak asal Jawa Timur tersebut hendak mengirim pakan ternak pesanan salah satu pengusaha ayam di Jumantono.

Terpantau, begitu masuk kawasan Jumantono, truk berjalan stabil. Namun sampai di TKP saat hendak menanjak, sopir truk tidak menguasai kendaraannya dan akhirnya terguling.

Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy melalui Kapolsek Jumantono AKP Suryono membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Jangan Terlewat! Puncak Panen Durian Desa Gempolan Karanganyar 2026 Telah Dibuka: Harga Mulai 30.000, Musang King Menanti Anda!

“Dugaan sementara bisa karena sopir mengantuk ataupun truk kelebihan muatan sehingga mengakibatkan truk terguling,” ungkap Kapolsek AKP Suryono.

Kapolsek menjelaskan tidak ada korban dalam peristiwa itu. Sopir dalam kondisi  selamat dan  hanya mengalami luka ringan saja.

Sedangkan tak lama berselang,  setelah terguling pihaknya bersama anggota Polsek Jumantono beserta warga dan relawan langsung membantu mengangkat muatan pakan ternak untuk  ditaruh di dekat TKP guna meringankan beban truk.

“Anggota Polsek Jumantono langsung membantu menurunkan beban muatan ditaruh didekat TKP agar truk bisa dievakuasi,” tandas Kapolsek.

Adapun untuk arus lalu-lintas relatif lancar tidak ada kemacetan meski banyak pengguna jalan yang berhenti sejenak untuk menyaksikan  kejadian tersebut.

“Untuk evakuasi truk  sedang diputuskan apakah harus menggunakan derek atau pertolongan manual diangkat secara gotong-royong warga desa,” pungkas Kapolsek AKP Suryono. Beni Indra

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.