Beranda Nasional Jogja Tengah Menebar Jalan untuk Menjaring Ikan di Sungai Progo, Warga Bantul Terseret...

Tengah Menebar Jalan untuk Menjaring Ikan di Sungai Progo, Warga Bantul Terseret Arus dan Tewas

ilustrasi korban banjir | Joglosemarnews
Ilustrasi | joglosemarnews.com

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM Tengah asyik menebar jalan untuk menjaring ikan di Sungai Progo, warga Bantul, Haryana (45) hilang terbawa arus sungai pada Rabu (15/3/2023) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Tim SAR gabungan hingga malam hari masih berjibaku untuk menemukan jasad korban, yang merupakan warga Ringin Harjo, Bantul tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, semula korban bersama tiga orang temannya bermaksud menjaring ikan disungai Progo, tepatnya di wilayah Dusun Mangiran, Trimurti, Kapanewon Srandakan.

“Korban menjaring ikan dengan cara menebar jaring sambil berjalan ke tengah sungai. Saat itulah diduga korban terseret arus sungai. Rekan korban yang berada di sungai pinggir melihat korban terseret arus langsung berlari minta tolong bantuan warga,” ujarnya.

Adapun jarak antar korban dan ketiga temannya sekitar 20 meter.

Melihat korban terseret arus, dua rekannya pun sempat memberikan pertolongan dengan berenang dan membawa bambu.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Motor Vs Mobil di Sleman, Pemotor Tewas Mobil Kabur

Namun lantaran arus sungai yang kuat dan dalam, rekan korban tak kuat melanjutkan berenang dan kembali ke daratan.

“Saat itu morban sudah tidak kelihatan dan  tenggelam,” ucapnya.

Peristiwa itu dilaporkan ke kepolisian dan diteruskan dengan menerjunkan tim SAR gabungan untuk mencari korban.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, pada pukul 17.15 WIB Tim Rescue Kantor Basarnas Yogyakarta diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR.

Pada pukul 17.44 WIB Tim Rescue Pos Basarnas Yogyakarta tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan kordinasi dengan Tim SAR gabungan yang sebelumnya sudah berada dilokasi. selanjutnya dilaksanakan briefing dan pembagian SRU (Search and Rescue Unit).

“SRU dibagi menjadi 2 SRU. Untuk SRU 1 melaksanakan pencarian dengan perahu karet dan jalur darat tepi sungai sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. SRU 2 melaksanakan pencarian dengan menggunakan aqua eye dan Underwater Search Device (USD) dengan jarak 50 meter dari lokasi dan akan dilakukan penyelamaan ketika ditemukan tanda-tanda korban,” ujarnya.

Baca Juga :  Laka Laut Kembali Terjadi di Parangtritis, Enam Pelajar Nyaris Tenggelam

Hingga malam hari, relawan dan tim SAR gabungan masih berada di lokasi kejadian untuk mencari korban.

“Untuk kondisi sungai, airnya tenang, tapi arus bawah cukup kencang,” katanya.

www.tribunnews.com

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.