
SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di pinggir sungai Wareng, Padukuhan Dogongan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman dibuat heboh pada Selasa (4/4/2023) sore.
Pasalnya, ditemukan sesosok jasad di pinggir sungai Wareng, Padukuhan Dogongan, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman.
Saat ditemukan, mayat yang diketahui berinisial SH (40) warga Sinduadi Mlati Sleman itu dalam kondisi sudah membusuk.
Ada bekas lilitan kain di bagian leher. Hasil pemeriksaan dokter, korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri.
“Di atas tempat penemuan (mayat) itu ditemukan celana dan pakaian yang disambung- sambung sepanjang 6 meter. Lalu di leher ada lilitan kain kaos. Hasil pemeriksaan dokter, dengan ciri-ciri itu kemungkinan gantung diri,” kata Kapolsek Kalasan, AKP Amalia Normadiah, dikonfirmasi Rabu (5/4/2023).
Diceritakan, mayat di pinggir sungai Wareng, Tirtomartani itu pertama kali ditemukan oleh seseorang yang hendak mancing.
Pemancing tersebut mencium bau menyengat. Saat ditelusuri ternyata bau tersebut bersumber dari sesosok mayat yang tergeletak di pinggir sungai dalam kondisi sudah membusuk.
Pemancing tersebut lalu melaporkan temuan itu ke seseorang yang rumahnya berdekatan dengan sungai. Kemudian, diteruskan ke perangkat desa dan ditindaklanjuti laporan ke Polsek Kalasan.
Mayat tersebut, saat ditemukan mengenakan pakaian kaos berwarna hitam dan celana jeans warna krem.
Menurut Amalia, di lokasi kejadian ditemukan juga tas yang berisi identitas yang bersangkutan.
Kemudian pada pohon tepat berada di atas temuan mayat tersebut ditemukan gantungan kain lilitan yang tersambung-sambung.
Kondisi mayat sudah membusuk dan diperkirakan sudah tergeletak di lokasi tersebut lebih kurang satu minggu.
Mayat tersebut lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal dunia gantung diri.
Amalia mengatakan, dari pengakuan anak korban, ayahnya pada tanggal 29 Maret sempat berpamitan pergi tetapi tidak tahu mau pergi ke mana.
“Lalu kenapa bisa gantung diri?, Saya belum tau karena tadi malam keluarganya masih pada shock. Tapi dari pihak keluarga sudah menerima kejadian ini dan tidak dilakukan autopsi. Akhirnya (jenazah) dikembalikan ke keluarganya,” ujar Amalia.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














