Beranda Nasional Jogja Rumah Kombes Polisi di Sleman Pun Tak Luput Jadi Sasaran Vandalisme Geng...

Rumah Kombes Polisi di Sleman Pun Tak Luput Jadi Sasaran Vandalisme Geng Pelajar

Foto ilustrasi vandalisme / tribunnews

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi vandalisme di kalangan remaja di Sleman benar-benar tak melihat dan mengenal tempat.

Bahkan rumah seorang Komisaris Besar (Kombes) Polisi di kampung Jetis Jaban, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman pun tak lepas dan menjadi sasaran.

Aksi tersebut bahkan sempat menjadi viral di media sosial (Medsos). Di mana, sekelompok remaja usia pelajar diduga tertangkap setelah melakukan aksi vandalisme di rumah anggota polisi tersebut.

Unggahan yang di-posting akun twitter @merapi_uncover itu memperlihatkan lima orang remaja yang diduga merupakan geng dan melakukan aksi vandalisme di rumah polisi.

Mereka diminta meminta maaf dan membubarkan geng dengan nama SC19 tersebut.

“[Breaking News] Aksi vandalisme di rumah bapak Yulianto Kabid Humas Polda DIY Di kampung Jetis baran sudah tertangkap. Nama gengnya #SC19 Source: eko_ wirayudha,” tulisnya.

Kombes Pol Yuliyanto per akhir Maret sebenarnya sudah tidak menjabat sebagai Kabidhumas Polda DIY.

Pria yang pernah mengisi jabatan sebagai Kapolres Kulon Progo dan Kapolres Sleman itu sudah dimutasi dan kini sedang menempuh pendidikan.

Dalam peristiwa vandalisme tersebut, Tribunjogja.com telah berusaha menginformasi kepada pihak-pihak terkait tetapi kasus tersebut ternyata tidak sampai diproses ke kantor polisi.

Baca Juga :  Maligu Hadir di Sastra Bulan Purnama, Rayakan Literasi Awal 2026

Kendati demikian, aksi vandalisme maupun geng remaja ini perlu menjadi perhatian bersama.

Sebab, geng remaja yang dapat berujung pada terjadinya aksi kejahatan jalanan belakangan ini sudah sangat meresahkan baik di Kabupaten Sleman maupun Yogyakarta.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengatakan, jawatannya selama ini telah berupaya untuk mengantisipasi maupun menanggulangi geng remaja maupun kejahatan jalanan yang dilakukan pelajar dengan beragam program.

Program tersebut dilakukan bersama-sama melibatkan pelbagai sekolah.

Kemudian, program pembinaan terhadap semua pengurus OSIS SMP se- Sleman .

Pembinaan juga dilakukan untuk semua siswa saat upacara bendera dengan melibatkan tamu dari Polri-TNI

“Di sekolah, kami tidak kurang-kurang memberikan pendampingan terhadap anak untuk menanggulangi itu,” kata Ery.

Selama Ramadan ini, jam belajar anak dikurangi lima menit tiap jam pelajaran dan diberlakukan pesantren kilat Ramadan.

Bahkan sudah dilakukan juga deklarasi Sleman Amarta (aman, tertib, terkendali).

Langkah tersebut sebagai komitmen Pemkab Sleman menanggulangi kejahatan jalanan.

Namun demikian, menurut Ery aksi kekerasan jalanan atau vandalisme biasanya dilakukan pada malam hari di luar jam sekolah.

Karenanya, Ery meminta dukungan peran serta semua komponen masyarakat.

Baca Juga :  Dihantam Gelombang, Dua Nelayan Terombang-ambing di Pantai Depok Bantul

Mulai dari lingkungan tempat tinggal hingga orangtua.

Sejauh ini pihaknya melalui sekolah mengaku sudah meminta kepada orangtua agar senantiasa memantau putra-putrinya di malam hari.

Terutama saat jam rumah anak antara pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB pagi.

“Peran serta masyarakat ini perlu ditingkatkan. Di sekolah kami sudah melakukan upaya banyak hal. Mohon partisipasi semua masyarakat, terutama orangtua, kalau malam mengecek putra-putrinya. Pastikan berada di rumah,” ujar dia.

www.tribunnews.com

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.