JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

53 Orang Tewas Tertabrak KA Selama 4 Bulan di Jakarta

ilustrasi mayat, di Malaysia seorang wanita meninggal karena menjadi korban suntik pembesar payudara
(Ilustrasi mayat) Ditemukan mayat dengan luka-luka dibuang di depan kantor Kementan / tempo.co
   

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –  Sebanyak 53 orang tewas tertabrak KA (kereta api), terhitung selama empat bulan sejak awal Januari 2023 hingga 14 Mei 2023.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa.

Ia menjelaskan, terkait banyaknya kasus tewas tertabrak KA tersebut, pihaknya sudah menutup delapan titik perlintasan liar sejak awal Januari 2023.

Sampai tanggal 14 Mei 2023, sudah ada 77 peristiwa kejadian tertabrak kereta yang tersebar di berbagai titik.

Lebih dari 50 orang tewas tertabrak KA di wilayah Daop 1 Jakarta.

“Sebanyak 53 di antaranya meninggal, 20 orang luka ringan dan empat orang selamat,” ujar Eva, Senin (15/5/2023).

Jalur yang sudah ditutup antara lain KM 26+100 antara Cakung-Bekasi, KM 41+2/3 antara Citayam – Bojonggede, KM 133+029 antara Tonjong Baru – Cilegon, KM 40+1/2 antara Citayam – Cibinong, KM 115+6/7 antara Serang – Karangantu, KM 115+7/8 antara Serang – Kangantu, KM 7+0/1 antara Ancol – Tanjung Priuk, KM 12+400 antara Jatinegara – Bekasi.

Eva menuturkan, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar rel kereta api. Selain itu agar tidak membuat perlintasan liar untuk melintas, demi mengurangi jumlah kasus tewas tertabrak KA.

Sebaiknya masyarakat melintas di perlintasan resmi dan tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

“Para pengendara yang akan melalui perlintasan sebidang resmi juga diimbau berhati-hati dengan tetap memperhatikan sisi kanan dan kiri saat akan melintas untuk meyakinkan tidak ada kereta api yang akan melewati perlintasan,” kata Eva Chairunisa.

Sebelum melintas, kata Eva, diimbau pengendara roda empat membuka kaca jendela, serta tidak menggunakan ponsel. Tujuannya agar fokus mendengarkan sirine yang sudah berbunyi di perlintasan.

Perusahaan pelat merah ini menilai kurangnya kesadaran pengendara menjadi faktor utama kecelakaan.

“Adapun pengendara yang melalui perlintasan sebidang sudah seharusnya mengikuti aturan untuk keselamatan dan keamanan bersama seperti yang diatur pada perundang-undangan dan peraturan pemerintah,” tutur Eva.

Perlintasan liar yang terakhir kali ditutup berada di KM 12+400 antara Jatinegara – Bekasi. Lokasi itu merupakan titik terjadinya peristiwa bunuh diri pada Sabtu, 29 April 2023, yang dilakukan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP Buddy Alfrits Towoliu.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com