BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Jumat (5/5/2023) ini adalah hari terakhir pelunasan Ibadah Haji 2023. Dari data Kemenag Boyolali, masih ada 78 calon jamaah haji (CJH) belum melakukan pelunasan.
Menurut Kepala Kantor Kemenag Boyolali, Taufiqur Rahman, pihaknya optimis, seluruh CJH bisa melakukan pelunasan. Hingga Jumat pagi tercatat baru 759 CJH atau 90,33 persen yang sudah melakukan pelunasan. Masih ada 78 CJH yang belum melakukan pelunasan.
“Kami berharap 100 persen CJH bisa melakukan pelunasan dan bisa diberangkatkan untuk ibadah haji tahun ini,” katanya.
Setelah pelunasan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan melaksanakan bimbingan manasik tingkat Pemkab Boyolali di gedung IPHI.
“Ini kan sudah hari terakhir ya. Nanti kalau ada kebijakan perpanjangan dari Kemenag Pusat kita akan menyesuaikan.”
Terkait jumlah CJH lansia, pihaknya menyebut ibadah haji tahun ini ramah lansia. Ditingkat nasional ada 64 ribu lansia, tingkat Provinsi Jateng ada 16,5 ribu dan di Boyolali jumlahnya sebanyak 65 lasia.
“Maka seluruh persiapan ibadah haji sampai ditingkat bawah didesain ramah lansia. Ini diwujudkan dalam kebijakan. Mulai dari bimbingan manasik, penyelenggaraan, sistem pemberangkatan dan lainnya,” lanjutnya.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Boyolali, Sauman, menambahkan, proses pelunasan Ibadah Haji dibuka hingga Jumat sore. Baru setelahnya bisa diketahui CJH yang sudah melakukan pelunasan dan konfirmasi pembayaran ibadah Haji 2023.
“Kita bersama mitra perbankan terus mencoba berkomunikasi dengan CJH yang mengalami persoalan untuk pelunasan,” ujar dia.
Ada beberapa faktor alasan tidak mengkonfirmasi pelunasan. Seperti, kemungkinan mengundurkan diri karena ingin melaksanakan ibadah Haji bersama keluarga ditahun mendatang. Kemudian, tidak melakukan konfirmasi dan istrinya ikut mengundurkan diri karena ingin berangkat bersama suami.
“Kita ada 73 cadangan dan sampai hari kemarin (4/5/2023) yang sudah melakukan konfirmasi pelunasan ada 37 CJH.”
Salah satu CJH, Mulyaningsih (68) warga Dusun Soko, RT 9 RW 2, Sendangrejo, Kecamatan mengaku bersyukur bisa berangkat haji tahun ini dengan sang suami, Mukiran (75). Dia sudah mendaftar sejak 2012 silam. Kemudian telah melakukan pelunasan pada Ramadhan lalu.
“Sebenarnya, jadwal berangkat 2020 lalu, namun tertunda karena Covid-19,” tandasnya. Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















