JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Kecewa Urus Surat Pernikahan di Kantor Desa Kebon Gulo Boyolali, Warga Jogja Mengadu ke Ganjar

Kantot Desa Kebon Gulo, Kecamatan Musuk, Boyolali. Istimewa
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang netizen mengeluhkan layanan Pemdes Kebon Gulo, Kecamatan Musuk, Boyolali. Bahkan pemilik akun @aya*** menyampaikan keluhan langsung melalui cuitan di twitter dengan men-tag langsung akun Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Kejadian bermula saat Ganjar mengunggah video pendek terkait capaian Pemprov Jateng yang mendapat penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK yang diunggah, Selasa (23/5/2023) malam.

Kemudian, pemilik akun tersebut menuliskan di kolom komentar, “Assalamualaikum Pak Ganjar perkenalkan saya dari Kab. Boyolali, Kec. Musuk, Desa Kebon Gulo ingin protes saya Pak saya ingin mengurus surat menyurat di Desa saya tetapi tidak ada orang seharusnya mereka datang jam 8 tetapi jam 9 tidak ada orang,”.

Cuitan itu langsung direspon Ganjar dengan me-retwett cuitan tersebut. “tolong dicek dan ditindak @pemkab_boyolali,” tulis Ganjar, Rabu (24/5/2023) pukul 11.12.

Pemilik akun, Muhammad Rizal Adiningrat asal Jogja mengatakan, dirinya memang hendak mengurus surat untuk pernikahan dirinya dengan Sisri, warga Desa Kebon Gulo. Namun sempat terkendala saat mengurus suratnya.

Ditemui saat klarifikasi di Kantor Desa pada Kamis (25/5/2023) pagi, dia pun menceritakan persoalan tersebut. Awalnya, dia dan calon istrinya datang ke kantor setempat, Jumat (19/5/2023) pukul 08.00.

Namun, saat itu, kondisi kantor desa masih kosong. Karena harus bekerja, dia menunda pengurusan surat. Dia kemudian kembali ke Kantor Desa Kebon Gulo, Selasa (23/5/2023), namun kantor masih kosong.

Baca Juga :  Kades Meninggal Dunia, 2 Jabatan Kepala Desa di Boyolali Kosong

“Akhirnya saya ke Pasar dan kembali ke kantor desa pukul 08.59, ternyata belum ada orang. Saya panggil-panggil tidak ada, saya tunggu sekitar 10 menitan,” katanya.

Tak lama kemudian, lanjut dia, datang Kasi Pemerintahan Desa, Apri Widiyati. Perangkat desa tersebut lantas mengarahkan keduanya untuk menemui petugas pencatat nikah (PPN) Desa Kebon Gulo.

Namun, saat itu, dia sudah mendatangi PPN dan petugas itu tidak ada. Merasa tidak mendapat pelayanan dengan baik, Rizal sempat mencari kotak kritik dan saran. Namun, tidak menemukan. Setelah itu, dia sempat lihat video bahwa Ganjar sempat mengungkapkan bahwa warga bisa memberikan kritik, solusi di wilayah Jateng.

“Saya lantas meng- twitt dikolom komentar Ganjar. Terus saya disarankan untuk menyampaikan ke lapor pak Ganjar (Web). Lalu saya melapor atas nama saya pribadi. Lalu langsung ditindaklanjuti.”

Dia berharap ada perbaikan pelayanan. Selain itu, dia meminta agar desa menambahkan kotak kritik dan saran. Dia juga menawarkan untuk membuatkan website aduan dan profil desa untuk perbaikan pelayanan desa.

Terkait permaslahan itu, Kades Kebon Gulo, Musuk, Warsono, menjelaskan, pada Selasa (22/5/2023) pagi dirinya banyak kegiatan. Belum lagi Kadus Kebon Gulo, Aris Raharjo, sakit parah.

Baca Juga :  Usai  Lebaran, Harga Bumbu Dapur di Pasar Boyolali Masih Tinggi, Namun Harga Sayur Turun

Sehingga beberapa perangkat desa menjenguk kadus tersebut. Nahasnya, pada Selasa malam, kadus tersebut meninggal dunia. Kemudian, pada pagi itu, barengan ada warga yang meninggal dan pemantauan proyek swakelola desa.

“Saya sebagai wakil Desa Kebon Gulo tidak akan mempersulit warga sini masalah surat menyurat dan sebagainya. Ini biar masyarakat itu kondusif,” katanya.

Terkait pelayanan pendaftaran pernikahan memang sudah ada PPN yang menangani. Calon pengantin tinggal mengumpulkan berkas-berkas administrasi. Nantinya, dari PPN akan mengajukan pendaftaran ke Kantor Urusan Agama (KUA).

Hanya saja, terjadi miss komunikasi. Kedua calon manten tersebut sudah diarahkan ke PPN setempat. Namun, saat itu PPN sedang tidak ada di rumah dan mengira pengurusan harus ke kantor desa. Di sisi lain, calon pengantin belum memahami teknis pengurusan syarat nikah yang diterapkan di desa.

“Namun kami tak masalah dan berterimakasih atas kritik tersebut. Karena menjadi pembelajaran bagi pemerintah Desa Kebon Gulo,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Yulius Bagus Triyantno mengaku telah menindaklanjuti keluhan tersebut. “Kami tindak lanjuti segera. Sudah kami koordinasikan dengan Inspektorat Boyolali melalul auditor pendamping,” tandasnya. Waskita 

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com