
KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Untuk kesekian kalinya siswa SMA Muhammadiyah 1 (MUHI) Karanganyar, Jateng kembali menorehkan prestasi setiap musim Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).
Pada SNBT Tahun 2023 ini, dua siswa kakak-beradik SMA MUHI Karanganyar diterima secara bersamaan pada perguruan tinggi negeri, yakni Nathan Zendra Fagiagata diterima di UPN Veteran Yogyakarta dengan Prodi Ilmu Administrasi Bisnis (Kakak) dan Ridho Kaka Abdinegara (adik) diterima pada Prodi Teknik Perkapalan Undip Semarang.
Dahsyatnya lagi, keduanya bisa lulus secara bersamaan meski usianya terpaut satu tahun karena Ridho Kaka Abdinegara mampu menyelesaikan studinya selama 2 tahun saja melalui sistem layanan SKS yang dimiliki SMA MUHI Karanganyar.
Selanjutnya kakak adik itu mendaftarkan SNBT dan keduaanya pun diterima di perguruan tinggi negeri yang berbeda.
Kasek SMA MUHI Karanganyar Sumarwanto SH MPd mengatakan, prestasi kakak-beradik itu selain membanggakan Almamater juga ada sisi humanisnya, yakni potret perjuangan gigih seorang ibu, Mujiyem (46) yang juga seorang janda harus banting tulang sendiri untuk anaknya.
โLuar biasa prestasi tersebut bisa menjadikan teladan baik siswa ataupun wali siswa perihal potret perjuangan ibu dan anak yang saling sinergi taat serta rajin beribadah berakhlak baik,โ ungkap Sumarwanto SH MPd, Rabu (21/6/2023).
Dijelaskan Kasek Sumarwanto hingga Rabu (21/6/2023) sudah terkonfirmasi sebanyak 25 siswa SMA MUHI Karanganyar yang lolos diterima di berbagai PTN.
Kemungkinan data tersebut bisa terus bertambah, namun menunggu konfirmasi resmi dari para siswa kepada pihak sekolah.
Sumarwanto menjelaskan, kesuksesan yang diraih siswa SMA MUHI Karanganyar banyak diterima di PTN karena banyak faktor, yakni kualitas sistem pendidikan yang juga memiliki program khusus sistem SKS.
Dan yang tak kalah penting adalah ketatnya pendidikan agama di SMA MUHI Karanganyar, yang mana disekolah Muhammadiyah tersebut menerapkan sholat fardlu berjamaah di sekolah setiap harinya.
Selain itu, setiap hari pula pihak sekolah mengajarkan sholat duha di sekolah, sehingga siswa diberi kebebasan waktu untuk melaksanakan sholat Duha.
Adapun yang faktor lainnya pihak SMA MUHI Karanganyar secara ketat menerapkan kewajiban bagi siswa untuk memberikan shodaqoh, Infaq berbagi kepada yang membutuhkan.
โUntuk pendidikan agama sangat melekat dengan pendidikan umum sehingga lulusan SMA MUHI Karanganyar berakhlak dan berprestasi,โ pungkas Sumarwanto. Beni Indra