Beranda Daerah Solo UMS Lakukan Pendampingan Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Santri Poskestren MBS Yogyakarta

UMS Lakukan Pendampingan Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Santri Poskestren MBS Yogyakarta

Pendampingan optimalisasi pelayanan kesehatan santri Poskestren MBS Yogyakarta oleh tim P2DAI UMS / Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan pendampingan penyusunan struktur organisasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta.

Misi tersebut diemban oleh Tim Pengembangan Persyarikatan dan Dakwah Al Islam Kemuhammadiyahan (P2DAI) UMS Surakarta, yang diketahui oleh Prof Mutalazimah.

Melalui rilisnya ke Joglosemarnews, Ketua P2DAI, Prof Mutlazimah menjelaskan, pendampingan tersebut dilakukan untuk penataan penyesuaian nomenklatur penamaan sesuai Permenkes RI Nomor 1 Tahun 2013.

Pendampingan diawali dengan menyusun struktur organisasi sesuai standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI,  yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan beberapa bidang pelayanan.

“Banyak hal dijadikan pertimbangan meliputi adanya pemisahan Ketua Poskestren Putra dan Putri, karena MBS Yogyakarta memisahkan gedung Poskestren untuk santri putra dan putri,” ungkap Prof Mutalazimah melalui rilisnya, Rabu (21/6/2023).

Adapun finalisasi struktur organisasi tersebut adalah dengan menyertakan beberapa struktur tambahan yang dimulai Maret dan akan berlangsung sampai Juli 2023.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Menkes Janji Warga Solo Bisa Berobat Jantung Gratis di RS Emirates Jebres Lewat BPJS

Dijelaskan Prof Mutalazimah , tujuan revitalisasi struktur jabatan tersebut, agar tugas dan pelayanan Poskestren lebih maksimal.

Target dari pendampingan tersebut adalah mampu mengubah Poskestren MBS Yogyakarta, dan dirancang dengan struktur organisasi untuk Posksestren Putra maupun Putri.

Selain itu juga dibentuk Ketua Poskestren Putra, Ketua Poskestren Putri, Kabid Pelayanan dan Rujukan, Kabid Diklat dan Promosi Kesehatan, Kabid Pengadaan Obat dan Alat Kesehatan, Kabid Transportasi dan Sarpras serta Kabid Santri Husada.

“Selain itu penambahan 5 jabatan Kepala Bidang  tersebut bertujuan untuk lebih merepresentasikan tugas pokok dan fungsi Poskestren dari aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif,” tandas Prof Mutalazimah.

Mutalazimah berharap, melalui pendampingan tersebut  kualitas pelayanan kesehatan terhadap seluruh santri di MBS Yogyakarta dapat ditingkatkan, sehingga derajat kesehatan dan kualitas hidup juga meningkat.

Baca Juga :  Sejarah Tak Lagi Membosankan! Guru MAN 1 Solo "Hidupkan" Peristiwa Masa Lalu Pakai Video AI

“Harapan kami, dengan pendampingan ini akan terimplementasi struktur organisasi baru yang lebih sesuai kebutuhan,” pungkasnya. Beni Indra

 

 

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.