JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bank Jateng Cabang Sragen Bantu Pemkab Sragen Tuntaskan RTLH dengan Memberikan Dana 1,5 Milyar Rupiah

Pimpinan Bank Jateng cabang Sragen Sutanti (kanan) secara simbolis memberikan bantuan CSR kepada bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (kiri) Rabu (26/7/2027) siang || Huriyanto
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Lagi-lagi Bank Jateng cabang Sragen turun tangan turut membantu pembangunan dan mengentaskan kemiskinan di wilayah kabupaten Sragen.

Kali ini, Bank Jateng secara resmi membantu pemkab Sragen menyerahkan bantuan dana rumah tidak layak huni (RTLH) sebesar Rp 1,5 milyar rupiah dari program corporate social responsibility (CSR), di momen dalam rangka hapernas tahun 2023.

Secara simbolis, penyerahan bantuan CSR Bank Jateng cabang Sragen untuk warga miskin diserahkan langsung di Gedung Sasana Budaya Sukowati Sragen (SBSS), dengan dihadiri langsung bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati atau sering dipanggil mbak Yuni.

Bantuan CSR Bank Jateng kali ini diberikan pada masyarakat Sragen di 6 wilayah, yakni Desa Blanggu dan Desa Slendro kecamatan Gesi, Desa Jati Tengah, Kecamatan Sukodono, Desa Kedawung, Desa Pare Kecamatan Mondokan, Desa Krikilan, Ngebung, Kalijambe, Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, dengan masing-masing 10 orang.

Bupati Yuni usai menyerahkan bantuan mengatakan, penanganan masalah RTLH di Sragen membutuhkan dana hingg Rp 462 miliar. Pasalnya jumlah RTLH di Sragen saat ini mencapai 30.800 unit yang menyebar di 20 kecamatan. Kebutuhan anggaran itu didasarkan pada nilai bantuan stimulan senilai Rp 15 juta per unit RTLH.

Baca Juga :  Harga Gas Melon di Sragen Naik 100% Jadi Rp 30.000 Selama Idul Fitri, Politikus Nasdem Bongkar Penyebabnya

Yuni Sukowati mengaku tidak bisa memperkirakan kapan 30.800 RTLH di Sragen itu bisa tuntas semua lantaran keterbatasan anggaran. Selama ini penanganan RTLH difokuskan pada warga yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem atau data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE). Jumlahnya sekitar 1.500 unit RTLH.

“Kami berharap semua pihak ikut membantu penanganan RTLH, kalangan perbankan serta swasta. Seperti Bank Jateng, yang terus berkomitmen membantu warga Sragen,” kata bupati Yuni, Rabu (26/7/2023).

Yuni menyebut CSR Bank Jateng menjadi salah satu upaya untuk mengentaskan puluhan ribu RTLH di Sragen. Yuni menyadari bantuan stimulan Rp 15 juta perunit rumah tidak cukup untuk merehab RTLH menjadi layak huni. Sehingga dibutuhkan gotong-royong warga yang bersangkutan dan pemerintah desa.

Baca Juga :  Geger, Petani di Desa Baleharjo Sragen Tewas Kesetrum Listrik di Area Persawahan Dengan Kondisi Mengenaskan

“Dengan 30.800 unit RTLH itu, kalau diberi bantuan stimulan perbaikan per unitnya Rp 15 juta maka kebutuhan dananya bisa mencapai Rp 462 miliar. Kalau kami tidak melakukan manajemen yang baik, mustahil puluhan ribu RTLH itu bisa tuntas,” bebernya.

Sementara itu, pimpinan Bank Jateng Cabang Sragen, Sutanti mengatakan, pihaknya akan terus berkomitmen selalu mendukung visi, misi, dan kebijakan Bupati Sragen. Dana CSR sebesar Rp 1,5 miliar untuk 100 RTLH itu sebenarnya surveinya di 2021, tetapi baru bisa terealisasi 2023 karena pandemi Covid-19.

“Untuk tahun 2024 mendatang, kami belum tahu apakah programnya berlanjut atau tidak karena keputusan di Bank Jateng pusat,” jelasnya.

Selain RTLH, lanjut Sutanti, Bank Jateng juga menyalurkan CSR untuk pengentasan kemiskinan senilai Rp 1 miliar kepada Bupati. Penggunaan dana tersebut diserahkan sepenuhnya pada kebijakan Bupati dalam berbagai program pengentasan kemiskinan.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com