Beranda Nasional Jogja Gempa Bantul Picu Seorang Warga Meninggal Dunia

Gempa Bantul Picu Seorang Warga Meninggal Dunia

Ilustrasi gempa. Pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bukan hanya menyebaban terjadinya sejumlah kerusakan bangunan, ternyata gempa Bantul pada Jumat (30/6/2023) malam telah mengakibatkan seorang warga Bantul meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPBD DIY terkait dampak gempa Bantl ini, untuk mengetahui dampak gempa di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), satu warga Kabupaten Bantul  meninggal dunia akibat gempa Bantul berkekuatan 6,0 SR. Perkembangan informasi tersebut Jumat (30/6/2023) malam pukul 23.00 WIB.

Dari hasil koordinasi dengan BPBD DIY, diperoleh informasih di Tegal, Jateng, seorang mengalami luka ringan.

BPBD Kabupaten Kebumen juga melaporkan 11 KK warganya terdampak, 1 KK (2 jiwa) di antaranya mengungsi mencari tempat yang aman.

Sedangkan di Kabupaten Purbalingga 4 KK (15 jiwa) terdampak.

Petugas BPBD setempat masih melakukan pendataan dan penanganan darurat di lapangan.

Sementara itu, total rumah rusak akibat gampa Bantul ini sebanyak 93 unit dengan tingkat ringan hingga sedang.

Petugas masih terus mendata jumlah rumah terdampak, baik di wilayah DIY, Jateng dan Jatim.

Baca Juga :  Memancing Saat Hujan, Dua Orang Diduga Hilang di Pesisir Gunungkidul

 

Rincian rumah rusak di beberapa wilayah, sebagai berikut :

 

Sebaran di Provinsi Jateng, yaitu di Kabupaten Kebumen, rumah rusak ringan 8 unit dan rusak sedang 2 unit.

 

Kabupaten Magelang dan Tegal, rumah rusak masing-masing sebanyak 1 unit, sedangkan di Kabupaten Purbalingga tercatat rumah rusak 4 unit.

 

Sebaran di Provinsi Jatim, sementara teridentifikasi di Kabupaten Pacitan dengan total rumah rusak sebanyak 28 unit.

 

Di wilayah DIY, BPBD mencatat rumah rusak 30 unit di Kabupaten Bantul dan 19 di Kabupaten Gunungkidul.

Selain tempat tinggal, dampak gempa juga menyasar fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, pemerintah, kesehatan maupun jaringan listrik.

 

Kerusakan ringan fasilitas ibadah sebanyak 1 unit dan jaringan listrik di Kebumen, Provinsi Jateng.

Sedangkan di DIY, sekolah rusak 1 unit dan fasilitas pemerintah 5 unit di Gunungkidul, fasilitas pendidikan 1 unit di Bantul dan fasilitas kesehatan 1 unit di Kulon Progo.

Kerusakan di Kabupaten Pacitan, tercatat kantor rusak 4 unit dan sekolah 2 unit.

Berdasarkan parameter BMKG, gempa M6,4 berpusat di 86 km barat daya Bantul, DIY, dengan kedalaman 25 km, terjadi pada malam tadi (30/6/2023), pukul 19.57 WIB. Dilihat pemodelan BMKG, pusat gempa yang berada di laut ini tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga :  Maligu Hadir di Sastra Bulan Purnama, Rayakan Literasi Awal 2026

Sementara itu, melihat intensitas guncangan dengan skala MMI atau Modified Mercally Intensity, BMKG mengidentifikasi wilayah Kulon Progo, Nganjuk, Kebumen dan Ponorogo pada IV MMI, sedangkan Kediri III – IV MMI dan Mojokerto III MMI.

BMKG mendeskripsikan semakin tinggi tingkat MMI, dampak yang dirasakan semakin besar.

www.tribunnews.com

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.