
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usaha Mikro Kecil dan Menengah di pelosok desa, tidak semuanya ketinggalan informasi dan tak melek teknologi.
Ada kalanya, pelaku atau pemilik UMKM di pelosok desa justru telah fasih memanfaatkan digital marketing untuk memasarkan produksinya.
Demikian salah satu point penting yang disampaikan dosen Prodi Akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Suharno saat memberikan pembekalan kepada peserta KKN tahun akademik 2022/2023.
Dalam pembekalan yang dilakukan di auditorium Unisri, Sabtu (15/7/2023) tersebut, Suharno mengingatkan para peserta KKN untuk tidak meremehkan penerapan digital marketing masyarakat pedesaan.
“Pelaku UMKM di pelosok desa sering lebih kreatif dari UMKM kota. Silakan anda cek di tiktok ada pelaku UMKM yang jualan pete dari pelosok desa di Slogohimo, Wonogiri, secara live streaming,” tandasnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Lebih lanjut, Suharno memaparkan bila selama ini jualan pete hanya dapat dilakukan ke pasar seputar Wonogiri, namun saat ini tinggal di rumah saja bisa jualan tanpa dibatasi waktu dan tempat.
“Pete yang dijual ibu ini dibeli dari petani di sekitarnya. Dengan live tiktok Pete bisa terjual di berbagai kota dengan memanfaatkan jasa pengiriman,” tuturnya.
“Namun memang belum semua UMKM memanfaatkan, maka tugas Anda nanti saat KKN silahkan membuat program dan kegiatan terkait penerapan digital marketing. Dari hal-hal yang sederhana dan yang tidak berbayar lewat media sosial, seperti Facebook, Instragram dan Tiktok,” pesannya.
Pembekalan diikuti 1.100 peserta dari enam fakultas Ekonomi, Hukum, Fisip, FKIP, FTP dan Pertanian. Pembekalan dibagi dalam 3 sesi pagi, siang dan sore.
Peserta KKN Unisri dibagi 77 kelompok yang akan diterjunkan di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo dan Kelurahan Joglo Solo. Suhamdani
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














