
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anak-anak milenial yang hidup di era digital sekarang ini, mana ada yang kenal dengan permainan tradisional macam gobag sodor, dakon, sunda manda, egrang, bakiak dan lain-lain?
Kini, ada kecenderungan permainan anak-anak kurang melibatkan kegiatan motorik, selain ibaratnya hanya melibatkan “dua jempol” untuk bermain gadget.
Padahal, fungsi motorik bagi anak sangat penting, karena selain membuat raga sehat, anak-anak menjadi lebih fresh, secara sosial juga lebih sehat karena bisa bergaul dengan sesamanya.

Selain itu, dalam permainan tradisional, terkandung kearifan lokal yang sangat berharga untuk dikembangkan. Ada unsur kebersamaan, kerukunan, saling membantu, gotong royong dan masih banyak lagi kemanfaatan secara fisik, mental dan sosial.
Berangkat dari kenyataan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 9 FKIP UNS menggelar program sosialisasi permainan tradisional kepada anak-anak di RW 10 Bayan Dukuhan, Kadipiro, Solo.
Kegiatan tersebut, sekaligus digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-78.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional serta nilai-nilai kearifan lokal di dalamnya,” papar Ketua KKN Kelompok 9 FKIP UNS, Natanael Junior Setiawan.
Dijelaskan oleh Natanael, lomba permainan tradisional itu menyasar pada anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya kelas 7.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai 17 Agustus hingga 19 Agustus 2023, dengan mengambil lokasi di lapangan RT 2 RW 10 Bayan Dukuhan.
Dalam sosialisasi ini terdapat lima jenis permainan tradisional yang dilombakan, yaitu lomba egrang, bakiak, congklak, lompat tali dan lomba gobak sodor.
Seluruh RT di wilayah RW 10 Bayan Dukuhan berpartisipasi dalam pelaksanaan lomba dengan mengirimkan perwakilan sebanyak 10 anak untuk ikut memeriahkan lomba permainan tradisional tersebut.
Meskipun sosialisasi hanya diikuti oleh anak-anak, para orang tua juga antusias menjadi penonton dalam kegiatan ini.
“Permainan tradisional seperti ini seru, karena beberapa anak belum pernah memainkan atau melihat permainan tersebut,” ujar Ketua RT 05, Fransky.
Hal ini, menurut Fransky, dikarenakan jarangnya permainan tradisional dimainkan oleh anak-anak di zaman sekarang. Sehingga, lomba tersebut menjadi momen yang langka bagi warga setempat.
Salah satu peserta lomba, Ellen, mengaku senang dan sangat antusias untuk berpartisipasi dalam memeriahkan lomba permainan tradisional tersebut.
Ketua RT 07 RW 10 Bayan Dukuhan, Setya Wahana berharap agar permainan tradisional dapat terus dilestarikan oleh anak-anak muda khususnya di Bayan Dukuhan.
“Saya berharap agar permainan tradisional ini terus dilakukan seiring dengan berkembangnya zaman, sehingga generasi muda mengetahui macam-macam permainan tradisional, tidak hanya bermain gadget saja,” paparnya.

Senada dengan itu, Ketua KKN Kelompok 9 FKIP UNS Natanael Junior Setiawan juga berharap sosialisasi permainan tradisional yang mereka adakan dapat bermanfaat bagi generasi muda, khususnya anak-anak dalam melatih kerjasama dan sportivitas antar pemain.
“Selain itu, permainan tradisional seperti ini juga diharapkan dapat mengurangi kebiasaan anak-anak bermain gawai, sehingga dapat meningkatkan keterampilan motorik dan kegiatan sosial mereka, hingga generasi muda menjadi sehat jasmani maupun rohaninya,” paparnya.
Untuk diketahui, tim KKN kelompok 9 FKIP UNS terdirid dari 10 personel yang masing-masing adalah Natanael Junior Setiawan (Ketua), Alfaridzi, Bondan Retno Wati, Fajria Ayuni Perwita, Indah Nabila Chairunnisa Sarjono, Iswary Amalia, Luluk Handayani, Mutiara Hanuun Atsilah, Siti Yasiroh dan Wahyu Tri Kusumawati.
Adapun bertindak selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) adalah Hasan Zainnuri S.Pd, M.Pd. [Redaksi]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














