Beranda Daerah Karanganyar H-4 Batas Akhir Status Tanggap Darurat, Relawan Digeser untuk Standby guna Pemadaman...

H-4 Batas Akhir Status Tanggap Darurat, Relawan Digeser untuk Standby guna Pemadaman Hutan Lawu Jatim

Lokasi hutan di kawasan Gunung Lawu yang terbakar | Foto: Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Jelang berakhirnya status tanggap darurat kebakaran Gunung Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar, Jateng, pergerakan relawan digeser di Cemoro Sewu perbatasan Jatim dan Jateng, Kamis (12/10/2023).

Pergeseran relawan tersebut ditujukan untuk fokus antisipasi jika terjadi perluasan kebakaran dari Kabupaten Ngawi menuju wilayah Karanganyar.

Adapun kondisi terkini kebakaran api di wilayah Kabupaten Karanganyar, Jateng terpantau tinggal satu titik api saja di ketinggian Hargo Puruhuso, Kecamatan Ngargoyoso. Pergerakan api terpantau stabil tidak meluas ke wilayah lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar July Padmi Handayani mengatakan pergeseran relawan ke Cemoro Sewu didasarkan pada sikon up date kebakaran hutan Gunung Lawu wilayah Karanganyar relatif aman terkendali.

“Iya hari ini (Kamis) relawan kita fokuskan pantauan wilayah perbatasan di Cemoro Sewu,” ungkap July Padmi Handayani kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (12/10/2023).

Menurut July Padmi panggilan akrabnya diharapkan api yang berkobar di wilayah Kabupaten Ngawi tidak lagi meluas ke wilayah Karanganyar, Jateng seperti pekan lalu. Apalagi saat ini walau sedikit sudah mulai terjadi hujan disejumlah wilayah.

Namun demikian pantauan pergerakan api terus dilakukan seksama mengingat kobaran api didorong oleh tiupan angin.

“Boleh dikata selama tiga hari ini angin tidak terlalu kencang seperti dua pekan lalu sehingga  kobaran api tidak semakin liar,” tandas July Padmi.

Adapun untuk pemadaman melalui water bombing menggunakan helikopter terus dilakukan dengan volume sekitar 22 kali gerakan  penyiraman per hari.

Hanya saja untuk Kamis (12/10/2023) pemadaman menggunakan teknologi water bombing terhenti karena cuaca kabut pekat.

Sementara itu, Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Surakarta, Susilo Winardi mengatakan pihaknya selalu monitoring wilayah hutan yang terbakar.

“Alhamdullilah per Kamis (12/10) terpantau aman terkendali tinggal satu titik saja  di Wilayah Karanganyar,” ungkap Susilo Winardi.

Dia menjelaskan untuk jumlah luasan final hutan yang terbakar masih menunggu padamnya api.

“Saat ini luasan hutan yang terbakar perkiraan 170 hektar,” pungkasnya. Beni Indra

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.