Beranda Daerah Wonogiri Pelajar Gadingan Nguter Meninggoy Tengelam di Dam Colo

Pelajar Gadingan Nguter Meninggoy Tengelam di Dam Colo

ilustrasi mayat korban tabrak lari
Ilustrasi mayat / tribunnews

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pelajar tenggelam di Dam Colo asal Gadingan Serut Nguter, Sukoharjo, berinisial RS (15) meninggoy atau meninggal dunia saat mandi di saluran irigasi di Dusun Keblokan Desa Sendangijo Kecamatan Selogiri Wonogiri, Sabtu (7/10/2023).

Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah melalui Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo menjelaskan diduga, korban tenggelam lantaran tidak bisa berenang.

Peristiwa pelajar tenggelam di Dam Colo itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Korban bersama sejumlah rekannya datang ke lokasi untuk mandi dan bermain air.

“Awalnya korban dan satu rekannya menjemput temannya (saksi 1) sekitar pukul 14.15 WIB, niatnya diajak mandi dan bermain air di saluran irigasi Bendungan Colo Nguter Sukoharjo atau tepatnya di pintu air Colo Timur. ” kata Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo.

Setelah tiba di lokasi, korban dan saksi satu langsung mandi di pinggiran saluran irigasi. Sementara, saksi dua masih di daratan.

Sekitar 15 menit kemudian, saksi satu berpamitan untuk pulang duluan. Saksi satu juga berpesan kepada korban agar berhati-hati, karena aliran irigasi bagian tengah deras dan cukup dalam.

Baca Juga :  Bukan Cuma Takjil dan Baju! Ini Deretan Ide Bisnis Menjelang Puasa dan Lebaran 2026 yang Jarang Dilirik Tapi Cuan Kencang

Tak lama kemudian, saksi dua melihat korban dalam keadaan hanyut. Korban hanyut sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Saksi dua sempat berupaya menolong korban. Namun, karena tidak kuat mengangkat tubuh korban dari dalam air, saksi dua meminta bantuan warga sekitar.

Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke pihak desa dan diteruskan ke Polsek Selogiri. Usai dievakuasi, jenasah korban langsung dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis.

Dari hasil pemeriksaan, korban murni mengalami laka air. Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah bukti berupa satu unit sepeda motor, dua kaos, satu handphone, dan satu sandal jepit.

“Diduga korban saat mandi di aliran air irigasi tidak bisa berenang. Dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” jelas Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo.

Orang tua korban dapat menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan atau musibah. Keluarga korban juga sudah membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum.

Pesan untuk Orang Tua

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua. Penting untuk mengajarkan anak-anak berenang sejak dini. Selain itu, orang tua juga perlu mengawasi anak-anak saat bermain air di tempat umum.

Baca Juga :  Menag Terpukau Kerukunan Wonogiri, Sinyal Kuat STABN Raden Wijaya Naik Status Jadi Institut

Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah kecelakaan tenggelam:

Ajarkan anak-anak berenang sejak dini.
Awasi anak-anak saat bermain air di tempat umum.
Jangan biarkan anak-anak bermain air sendirian.
Pastikan anak-anak mengenakan pelampung saat bermain air.
Hindari bermain air di tempat yang arusnya deras atau dalam.
Semoga kejadian ini tidak terulang kembali. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.