
KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKOK) Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) UNS membentuk kader sociopreneur perajin payet di Dusun Ngunut, Desa Sidowarno, Klaten.
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Sabtu (29/7/2023) di rumah Supeno, Ketua RW 5 Dusun Ngunut.
Sebelumnya, Tim PPKOK Ormawa SIM UNS telah menyelenggarakan diskusi dan melakukan pendataan para perajin payet yang ada di Dusun Ngunut.
Pembentukan kader sociopreneur dilakukan, sebagai proses pengembangan kelompok yang memiliki visi dan komitmen untuk menjadi pemimpin dan pengusaha sosial yang berfokus untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Ketua Tim PPKOK SIM UNS, Muhammad Ibnu, menjelaskan kader sociopreneur terdiri dari kumpulan pelaku usaha di bidang payet yang dibentuk berdasarkan kesamaan kepentingan dan kondisi lingkungan, baik lingkungan sosial, ekonomi sumber daya dan tempat.
“Tujuannya untuk mewadahi aspirasi perajin, memudahkan koordinasi antar para perajin, meningkatkan solidaritas dan kepedulian mengenai bordir payet, serta mengurangi persaingan harga para perajin payet,” jelas Muhammad Ibnu, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Selain itu, menurut Muhammad Ibnu, pembentukan kelompok tersebut juga diharapkan agar para perajin payet dapat lebih mudah mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah.
Dari hasil diskusi dan kesepakatan antara kelompok dan Tim PPKOK SIM UNS, kelompok untuk kader sociopreneur tersebut diberi nama “Bordir Cahaya Berdikari”.
Setelah nama kelompok disepakati, jelas Ibnu, dilanjutkan dengan pembentukan pengurus yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, media dan informasi, hubungan masyarakat dan sisanya sebagai anggota kelompok.
Berdasarkan keputusan bersama, kader sociopreneur Bordir Cahaya Berdikari diketuai oleh Supeno. Selanjutnya, untuk Sekretaris diamanahkan kepada Lastri dan bendahara diamanahkan kepada Nova.
Kemudian, pada bagian media dan informasi ini memiliki tanggung jawab atas akun e-commerce Bordir Cahaya Berdikari yang diamanahkan kepada ibu Nova.
Sedangkan bidang hubungan masyarakat (Humas) yang memiliki tanggung jawab sebagai penghubung antara tim PPKOK SIM dengan pihak eksternal, diamanahkan kepada Murni dan Yahmi.
Sementara itu, anggota dari Bordir Cahaya Berdikari adalah pelaku usaha bordir payet yang ada di Desa Sidowarno, khususnya Dusun Ngunut.
Sekretaris Kader Sosiopreneur Bordir Cahaya Berdikari, Lastri menjelaskan, nama kelompok tersebut makna yang mendalam sekaligus mengandung unsur doa.
“Nama ini memiliki makna dan harapan agar ke depannya kelompok bordir payet ini bisa bersinar, sehingga produk-produk kami menjangkau lebih banyak orang dikenal masyarakat Indonesia,” ujar Lastri.
Demikian pula, Supeno berharap agar kader sociopreneur Bordir Cahaya Berdikari dapat berkembang dan lebih dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia.
“Dengan makin dikenalnya kelompok ini secara luas, harapan kami pendapatan para perajin kader sociopreneur Bordir Cahaya Berdikari dapat meningkat dan lebih sejahtera daripada sebelumnya,” ujarnya berharap. [Redaksi]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













