JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Indonesia Masuk Peringkat 5 Dunia Penyakit Diabetes Terbesar, Kenali Pencegahannya

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penyakit diabetes saat ini menjadi tantangan bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia. Pasalnya, Indonesia saat ini menduduki peringkat 5 dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Menurut Dokter Eva Niamuzisilawati, spesialis penyakit dalam endogrin dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, ada 10 negara terbesar dengan jumlah penderita diabetes, di mana Indonesia menduduki peringkat  5.

“Ada 10 negara terbesar, kita Indonesia nomer 5 negara terbesar dengan diabetes. Diprediksi sampai tahun 2045 naik sampai 70%. Sehingga ini bukan hanya kewajiban medis atau dokter tapi kewajiban kita semua masyarakat kita untuk betul-betul bisa menurunkan angka ini,” ungkapnya di sela kegiatan memperingati Hari Diabetes Sedunia di De Tjolomadoe, Minggu, (26/11/2023).

Untuk menurunkan jumlah penderita diabetes,  dokter Eva menjelaskan bahwa dapat dimulai dari tindakan pencegahan. Seperti yang baru saja diadakan di kegiatan peringatan Hari Diabetes Sedunia dengan mengadakan pelatihan senam.

Baca Juga :  Pemkot Solo Pastikan Hibah Benteng Vastenburg Terus Berproses

Selain itu beberapa faktor risiko harus menjadi hal yang diperhatikan dalam masyarakat.

“Faktor risiko genetik atau keluarga adalah lifestylenya atau pola hidup yang buruk tentunya. Apalagi post covid ini angkanya jadi meningkat banyak. Work from home, bekerja di rumah, aktivitas di luar minimal. Terus kebawa-bawa, setelah covid-pun bekerjanya lebih banyak di rumah tidak mau olahraga. Akhirnya obesitas cukup banyak,” terangnya.

Riwayat ibu yang melahirkan bayi besar lebih dari 4 kg juga berpotensi terhadap diabetes. Sehingga kemudian dirinya mengajak masyarakat agar mau melakukan screening kesehatan secara rutin.

“Kalau tidak tahu faktor risiko, setidaknya melakukan screening kesehatan secara berkala minimal 1 tahun sekali dilakukan,” tandasnya.

Sementara itu dokter Yulia Sekarsari, spesialis penyakit dalam dari RSUD Dr. Moewardi menambahkan diabetes juga banyak terdiagnosa pada anak-anak muda. Terutama usia remaja hingga 20 tahun.

Baca Juga :  Pemkot Solo Gelar Seleksi Terbuka 6 Jabatan Eselon II, ASN Eksternal Pemkot Solo Turut Bersaing

“Anak muda tentunya paling utama penyebabnya biasanya turunan atau auto imun. Kalau orang tua diabetes biasanya akan diturunkan pada anaknya dan itu 50% cukup besar. Jika orang tua terdeteksi 50 tahun, anaknya bisa 10 tahun atau 15 tahun. Kalau tidak dikendalikan lifestylenya, maka berbahaya,” katanya.

Dokter Yulia menyebut banyak anak muda sekarang yang memakai insulin. Namun yang harus diterapkan adalah diabetes tidak bisa membaik dengan obat-obatan, tapi mengubah lifestyle paling utama.

“Kalau obat insulin, makan banyak tidak akan dapat mengontrol gula darahnya. Jadi lifestyle itu pertama kita terapi tanpa pengobatan. Kita gaungkan terus pada anak-anak muda,” tandasnya. Ando

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com