JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jutaan Ikan Waduk Kedung Ombo (WKO) Mati Mendadak, Ratusan Petani Ikan di Wilayah Sragen Merugi Ratusan Juta Rupiah Selama 3 Hari

   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Geger, jutaan ekor Ikan Waduk Kedung Ombo (WKO) mati mendadak, puluhan petani Ikan karamba di WKO baru-baru ini dikabarkan merugi hingga ratusan juta rupiah.

Fenomena Ikan mati di waduk kedung ombo sudah berlangsung selama 3 hari, bahkan ratusan petak karamba ikan milik para petani banyak yang mati dan sisanya dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman.

Fenomena alam ikan mati mendadak di WKO tersebut dinamakan Upwelling.

Upwelling adalah pergeseran perputaran air dari bawah atau dasar ke permukaan, dan dari permukaan ke bawah.

Hal ini terjadi disebabkan karena perbedaan suhu yang sangat signifikan antara permukaan dan dasar waduk, fenomena ini hampir terjadi setiap tahunya di wilayah Waduk Kedung Ombo yang meliputi 3 kabupaten, yakni kabupaten Sragen, Boyolali dan Grobogan.

Baca Juga :  Pertemuan PDI Perjuangan dan PAN Bahas Koalisi Pilkada Sragen 2024

Jutaan ekor Ikan mati mendadak tersebut meliputi Ikan Nila, Tombro, Emas, Mujair dan Patin.

Fenomena Ikan mati mendadak tahun ini pertamakali muncul di wilayah Karamba Dukuh Duwet, Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM , Fugo (34) salah satu petani Ikan karamba asal Duwet, Ngandul, Sumberlawang, Sragen membernarkan tragedi juta ekor Ikan karamba Waduk Kedung Ombo mati mendadak.

“Iya benar telah terjadi musibah Ikan di karamba mati mendadak beberapa hari ini,” kata Fugo, Selasa (21/11/2023).

Fugo juga membeberkan sudah beberapa hari ini para petani di kawasan Duwet dan sekitarnya mulai disubukan dengan pemindahan ratusan kotak karamba ke tempat lokasi baru yang lebih aman.

Baca Juga :  Pertama Gerindra dan Demokrat Menyatakan Berkoalisi di Pilkada Sragen 2024, PDIP ?

“Ini agak repot mindahi karamba ikan ini mas, mati mendadak sudah hampir 4 hari ini, kami lemes mas menghadapi musibah ini, padahal udah mau panen malah terkena Upwelling ikan pada mati,” jelasnya.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan mbah Dung (60) salah satu petani Ikan karamba di wilayah Dukuh Ngasinan, Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen.

Menurutnya, banyaknya ikan mati mendadak mulai terlihat di wilayah WKO sebelah selatan dan fenomena itu menjadi bencana tahunan bagi para petani ikan di WKO.

“Ini mulai muncul di wko wilayah selatan mas dikawan Duwet dan sekitarnya kita yang diutara juga was was, ini mulai mencari lokasi baru untuk memindahkan karamba-karamba di wilayah Ngasinan untuk menghindari kematian ikan yang lebih parah,” ujarnya.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com